Neoratnayuwinda

welcome in my 2nd time

makalah maritim

on February 3, 2008

PENGINTEGRASIAN PELAJARAN MARITIM KEDALAM KURIKULUM SEKOLAH : Sebuah saran

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tesis A. T. Mahan menyebutkan bahwa barang siapa dapat menguasai lautan, niscaya menguasai dunia. Tesis ini juga yang membuat Inggris menjadi Negara adidaya laut pada abad ke-19 dan mempunyai banyak koloni bahkan terjadi persaingan seru antara kekuatan-kekuatan laut yang menimbulkan perang dahsyat diabad ke-XX.
Kembali ke Indonesia, Indonesia juga pernah mengalami masa kejayaan maritim yaitu pada masa-masa Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit, selain dari sumber-sumber tertulis sejarah, kemaritiman Indonesia pada masa lalu juga dipahatkan pada relief candi Borobudur dengan perahu pinisinya. Hal ini karena orang-orang Nusantara dahulu yang kebanyakan berorientasi kelaut memandang laut sebagai penghubung. Namun, sayangnya sejak orientasi yang telah dibangun lama itu dialihkan kedarat, dengan basis agrarisnya –dimulai oleh Sultan Agung pasca gagalnya merebut Batavia– pengetahuan tentang laut menyusutnya pelan-pelan. Sehingga generasi sekarang memandang laut hanya sekedar tempat wisata, rumah ikan-ikan laut, bahkan pemisah antar pulau.
Dari Sekolah Dasar guru-guru mengajarkan bahwa Indonesia disebut sebagai Negara Archipelago, melihat dari hal ini semestinya generasi sekarang mempunyai wawasan tentang kelautan, tetapi karena Muatan Lokal (Mulok) yang ada di sekolah umumnya minim bahan yang diajarkan sering terjadi pemanfaatan untuk hal-hal lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan kelokalan daerah di Indonesia.
Dalam konteks Cinta Tanah Air, mahasiswa FKIP sebagai calon guru harus menguasai wawasan darat dan laut sehingga bisa menularkan kepada siswanya kelak agar pengetahuan siswanya tidak hanya sebatas tanah kepulauannya saja tetapi juga tentang kelautannya, serta dengan harapan peristiwa Ambalat tidak sering terjadi.
B. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah :
1. Mencoba mengemukakan pentingnya masalah maritim sekarang
2. Sebuah saran untuk kurikulum pelajaran sekolah
3. Sebagai salah satu tugas mata kuliah Sejarah Maritim
C. Rumusan Masalah
Secara umum menjelaskan tentang kemaritiman dihubungkan dengan kurikulum sekolah menengah.
D. Metode yang digunakan
Adalah studi pustaka dengan literature yang direkomendasikan, artikel dan buku-buku yang relevan dengan masalah yang diangkat, juga pengalaman penulis.
BAB II
RUMUSAN MASALAH
Secara spesifik masalah yang dibahas adalah sebagai berikut :
2.1 Perlukah disekolah ada mata pelajaran maritim?
2.2 Mengapa pelajar harus juga mengetahui persoalan kemaritiman?
BAB III
ISI
3.1 Pentingnya Pelajaran Maritim disekolah
Indonesia adalah sebuah Buana Bahari, orientasi agraris hanya sekedar pandangan. Faktanya Indonesia adalah Buana Bahari, di Kalimantan Selatan dipesisir pantainya banyak desa nelayan salah satu bukti bahwa kita adalah Negara laut yang semestinya. Akan sangat aneh fakta didepan mata ini tidak ada dalam mata pelajaran disekolah, kecuali generasi sekarang telah terbiasa dengan keanehan disekelilingnya seperti kebijakan menyalakan lampu motor disiang hari tanpa bisa mengkritisi kebijakan tersebut.
Kemaritiman harus dikaji semua pihak apalagi anak sekolah otaknya masih bisa berpikir waras, belum terkontaminasi seperti otak orang dewasa yang selalu berpikir tentang untung-rugi. Mengenai apa isi kemaritiman, pihak sekolah bisa saja berkoordinasi dengan PSP Sejarah FKIP Unlam untuk bahan pelajaran. Atau mendatangkan narasumber dari lembaga yang berkecimpung dalam bidang kemaritiman.
Kita tidak bisa menggeser pulau Kalimantan bersatu dengan Jawa atau Sulawesi apalagi dengan Sumatera, tetapi kita tetap bisa berhubungan dengan pulau-pulau tersebut dengan melayari laut yang menghubungkannya.
Alasan yang mendasari perlunya pelajaran Maritim disekolah adalah sebagai berikut :
1. Negara RI adalah sebuah buana bahari atau Negara laut
2. Sebagian besar masyarakat Indonesia penyuka Seafood
3. Banyak nelayan miskin padahal wilayah Indonesia Buana bahari, aneh kan?
4. Perlunya melibatkan otak-otak muda siswa untuk lebih care pada wilayahnya kelak
5. Persoalan maritim adalah PR Nasional
3.2 Perlunya Pelajaran Maritim disekolah
Beberapa waktu lalu adalah pelaksanaan praktik mengajar disekolah, dalam kesempatan itu mahasiswa turun kesekolah, secara langsung bersentuhan dengan kurikulum, bahan ajar, dan siswa. Sebagaimana diketahui dan dialami disekolah ada pelajaran muatan lokal yang memuat tentang kelokalan wilayah misalnya Banjar dari segi bahasa, masakan, lagu-lagu diajarkan disekolah, tetapi sering tidak maksimal karena sering gurunya tidak masuk atau dimanfaatkan dengan menggambar saja. Sehingga siswa tetap ‘buta’ dengan keadaan lokalnya, sementara kelokalan juga diperlukan agar siswa tidak terlalu mengagungkan budaya luar yang menghanguskan budaya lokal yang ada.
Indonesia dalam sejarah pernah menjadi Negara bahari yang disegani oleh Negara lain. Juga memiliki masyarakat laut yang tersebar diberbagai daerah yaitu suku atau masyarakat Bajau. Hanya saja sejak menjadi Negara agraris, pengetahuan tentang laut, membaca langit, angin dan musim mulai menyusut dan hanya diajarkan secara khusus diajarkan secara khusus di akademik tertentu dan ditangani oleh lembaga tertentu sehingga masyarakat awam sulit menembus walaupun sekedar untuk tahu kegiatan mereka –badan yang bersangkutan– mahasiswa sekalipun.
Seperti yang penulis ungkapkan pada latar belakang, oleh generasi sekarang, laut hanya dianggap sebagai rumah ikan-ikan laut, Spongebob dan Patrick, tempat mandi anak-anak kota, tempat wisata ketika libur, hidup dan mati nelayan, bahkan mungkin tempat mesum yang asik karena dilengkapi dengan semilirnya angin laut. Mungkin tidak terpikir oleh mereka peran laut pada masa lalu, dari perdagangan rempah-rempah, datangnya Belanda ke Indonesia, perompakan laut dan sungai, serunya Hongitochten, perang-perang dahsyat dilaut, lalu lalangnya kapal-kapal dipelabuhan, Ramainya Bandar perdagangan, bongkar pasang muatan dipelabuhan, bahkan sampainya agama-agama ke Nusantara.
Dengan isu otonomi daerah, mestinya muatan lokal diperbanyak porsinya tentang kelokalan daerah bukan hanya tentang bahasa, lagu, masakan, atau permainan tetapi juga kemaritiman, karena masalah kemaritiman itu melibatkan banyak pihak, apalagi siswa-siswa sekarang penghuni bumi mendatang yang memikul kewajiban sejarah yaitu memanfaatkan lingkungan untuk kemakmuran yang gagal dilakukan oleh generasi tuanya. Sangat tidak mungkin menggunakan sesuatu tanpa mengetahui atau mengenal benda itu. Begitu juga halnya masalah kemaritiman ini.
Singkatnya, penulis menyarankan para Kepala sekolah untuk memasukkan masalah kemaritiman dalam muatan lokal disekolahnya masing-masing. Agar siswa tidak hanya mempunyai pengetahuan dalam setiap jengkal tanah saja, tetapi juga ditiap jengkal dan kedalaman lautnya. Serta cara pemanfaatan yang manusiawi dan berperi-keikan-an. Atas dasar Negara Archipelago yang kita diami ini dengan kata lain sebagai perwujudan atau konsekuensi dari peristiwa tanggal 13 Desember 1957 yaitu saat Indonesia menyatakan / mengidentifikasi diri sebagai sebuah Archipelago State. Akan sangat tidak adil apabila kita mengabaikan laut sebagai balas jasa dari apa yang diberikan laut dimasa lalu.
Ketika berada disekolah, penulis akui merasa jenuh dengan pelajaran yang ada. Tentunya dengan adanya pelajaran baru ditambah studi ke tempat-tempat yang berhubungan langsung dengan mata pelajaran seperti desa nelayan, akan menggairahkan guru dan siswa dalam mengkaji masalah kemaritiman.
Menurut penulis, untuk masa sekarang sudah waktunya memasukkan kemaritiman dalam kurikulum sekolah. Agar peristiwa-peristiwa semacam masalah Ambalat tidak terlalu sering terjadi, juga untuk memupuk perhatian siswa agar potensi dan tenaganya tidak tersalurkan ke hal-hal negative, tetapi disalurkan pada bidang yang memang memerlukan banyak partisipan dari berbagai pihak secara ilmiah ataupun tindakan.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Kemaritiman mengandung aspek yang cukup luas dan berhubungan langsung dengan kehidupan manusia juga anak-anak sekolah. Selama ini yang diajarkan di sekolah bersifat abstrak dan hanya beberapa yang dapat diaplikasikan langsung. Sehingga siswa cenderung menghalalkan segala cara untuk memenuhi tuntutan nilai yang distandarkan tanpa tahu untuk apa pelajaran itu diajarkan atau nilai apa yang bisa diambil setelah mempelajarinya. Sementara kemaritiman yang jelas-jelas ada faktanya tidak masuk kedalam pelajaran sekolah dalam mulok sekalipun.
Dengan semangat otonomi daerah mestinya diiringi dengan otonomi sekolah dalam hal ini sekolah bebas memasukkan pelajaran yang sesuai dengan daerahnya untuk diajarkan kepada siswa tanpa meninggalkan GBPP yang digariskan pemerintah.
Sehingga begitu selesai pendidikan siswa tidak hanya tahu tanah tetapi juga tentang lautnya, juga sebagai ungkapan syukur memiliki sebuah buana bahari untuk kemakmuran hidupnya.
4.2 Refleksi Kritis
    Ideal        : Sebagai buana bahari mestinya sebagian besar penduduk berorientasi kelaut dan kaya raya
    Faktual        : Sebagian besar penduduk bertumpang tindih di darat, sedang yang orientasinya kelaut melarat.


5 responses to “makalah maritim

  1. arif susano says:

    maaf kepada bapak penulis artikel dan makalah tentang maritim ini, saya sangat membutuhkan tentang kemaritiman yang ada di Indonesia pada umumnya di Sumatera Utara pada khususnya……
    makasih sebelumnya kepada bapak / ibu penulis….

    pemohon,
    arif susanto

  2. Salam untuk semua, semoga FKIP Unlam tambah maju dan jaya sebagai institusi pencetak tenaga pendidik di Kalsel.

    Izinkan saya menitipkan sebuah informasi tentang adanya usaha dan cita-cita untuk membuat sistem informasi akademik online bagi FKIP Unlam.

    Semua civitas akademika dan alumnus FKIP Unlam tentunya berharap agar lembaga pendidikan pencetak guru di Kalsel ini terus maju. Bernenah diri mengikuti perkembangan era globalisasi dan era informasi.

    Hasil penelitian dan pengembangan berupa sistem informasi akademik FKIP Unlam yang online di http://simfkip.net63.net walaupun ini bukan versi resmi dari FKIP tapi hanya sekedar versi demo atau gambaran saja.

    Mohon dukungan, komentar, saran dan kritik serta apresiasinya supaya sistem informasi ini bisa direalisasikan oleh FKIP Unlam agar data-data akademik selalu update, online dan dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Semua ini agar terjadi transparansi, akuntabilitas dan efisiensi akademik FKIP Unlam semakin baik.

    Terima Kasih
    Wassalam

  3. imraanmuslim says:

    keren

  4. deep-poz says:

    tetapi pak,knp byk orang awam berpikiran bahwa sistem pendidikan dimaritim itu sangat keras,sedang msk akademi maritim aja sudah banyak orang berpikir bahwa pendidikan dimaritim itu sangat keras.

  5. neoratnayuwinda says:

    masalahnya orang awam itu gak mau mencoba. kalo cuma berpikir aja, mana tau keras atau enggaknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: