Neoratnayuwinda

welcome in my 2nd time

hEdoNisMe

on February 27, 2008

Pada jaman sekarang sepertinya manusia kembali kepada jaman pra sejarah nan primitive dalam balutan tehnologi, bukannya makin pinter n anggun plus berkelas, malah makin bego, payah, n kayak telanjang. Manusia sekarang dijangkiti virus merugikan yang sangat dimusuhi ma Orang islam yang benar yakni Malas. Bahkan sekarang ini untuk baca aja malasnya bukan main. Tapi yang lebih parah dari itu adalah suka salah tafsir. Kesalahan ini bisa nganter penganut salah tafsir menjadi sesat.
Contohnya seperti konsep Hedonisme yang katanya booming dibudaya2 sekarang, dengan menafsirkan hedonisme sebagai paham kepuasan, hal2 yang dulu tabu sekarang diobral dengan bandrol tertentu. Padahal dari falsafah asalnya sendiri yang diajarkan oleh Epicurus dari Romawi, Hedone artinya kepuasan yang bersifat kerohanian yaitu kecerdasan dan estetika.
Tengoklah jaman sekarang, pelajar2 kita baik skul maupun kul diracuni otaknya dengan virus mencontek n ngerpe seperti kebiasaan merokok. Atau lebih parah menggunakan otak oranglain u/ ngerjakan tugas yang sebenernya menjadi bebannya. Mereka lebih bangga melakukan hal itu daripada memberdayakan otaknya sendiri, dengan mengatasnamakan kerjasama dan setiakawan. Jauh pula halnya mereka akan berhedone dengan penggunaan intelektual pribadi. Dalam hal ini pelajar2 kita telah menghianati setengah ajaran Hedone Epicurus.
Kemudian dari sisi setengahnya yakni Estetika, juga dikhianati oleh pelajar2 gadis kita dengan cueknya mencampur adukkan sesuatu yang seronok dan porno kedalam lingkungan estetika. Padahal keduanya beda jauh.  Estetika diakui secara universal, n bila dilakoni akan menimbulkan kesan anggun, elegan, dan berkelas, contohnya seperti tarian daerah yang gak di tunggangi dengan kepornoan, seni lukis, pahat, dll. Sementara seronok, diakui indah hanya pada golongan OP (Otak Porno) dan kesan yang timbul adalah gila, murahan dan liar. Dan hal itu –seronok- disambut dengan penuh antusias oleh rekan2 yang terkunci otaknya dengan cinta kepada pacarnya tadi dengan sabda ala budaya pasar untuk mengejar statement “keren, gaul, dan seksi”. DAN, AJARAN HEDONE EPICURUS DI KHIANATI BULAT-BULAT!!!
Artis2 sekalipun sangat memuja keseronokan dengan pola pakaian seperti pada masa jaman hindu di Indonesia, atau lebih parah laksana kartun jaman batunya Flinstone. Seni dan seronokisasi sangat berseberangan, seni, sekalipun dimainkan oleh pengamen jalanan akan terasa berkelas, daripada keseronokan yang dibungkus dengan kemolekan tubuh sang artis tetap saja bermakna liar kayak orang barbar yang tidak kenal peradaban.
Hedonisme sudah melewati jalan panjang dari Romawi ke Indonesia dan sudah berpindah arti begitu sampai diBanjarmasin. Tercabut dari makna awalnya tentang kepuasan intelektual dan estetika menjadi kepuasan jasmani dan di telan bulat2 tanpa filter lagi.  Hal ini berakibat buruk u/ perkembangan budaya yang ada. Dimana para mahasiswi gak risih lagi pamer (maaf) belahan pantat bahkan separo pantat -like lonte di pinggir jalan nyari mangsa- di kampus atau di tempat umum lain, pamer bentuk bodi yang kadang ga enak diliat coz kebanyakan lemak yang ga perlu, atau saltum antara yang bodinya gendut ma kurus dengan alasan klise dan alas tipisan ‘biar ga kuper’. Mereka dihinggapi virus menular ‘kurang pede bila gak sama ma si Anu, or ga kaya si Itu’. Mereka rela berjam2 mikir hal itu daripada ngerjakan tugas kuliah dengan otaknya sendiri. Kadang ada yang lebih tragis lagi saking lamanya make otak orang, dia jadi lupa cara make otaknya sendiri.. ckckck…
Q gak tau pasti apakah tren yang menghinggapi para gadis sekarang adalah wiraswasta tubuh atau hanya perlombaan biar dibilang Seksi!. Hati2 loh salah2 ntar jadi kayak nasib Putri dilagu Jamrud.
Pada dasarnya pemikiran filsuf itu berada dalam tataran yang benar, coz mikirnya itu bertahun2 u/ sebuah dalil dan membaca alam + merenung. Al Qur’an juga berkata jujur, yang menimbulkan kekacauan adalah para PENAFSIR YANG TIDAK BERILMU.


One response to “hEdoNisMe

  1. Hedonis penting lho dinikmati, yang salah itu kan diperkudanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: