Neoratnayuwinda

welcome in my 2nd time

tugas sejarah asia barat daya qoe

on June 30, 2008

Tugas Risume “ PENUHANAN YESUS”
Sumber : Perbandingan Agama Bagian Agama Masehi
Oleh Prof. Dr. Ahmad Sjalabi, 1964 : Jakarta
PENUHANAN AL – MASIH

H. G. Wells berkata : Pendeta Paulus adalah seorang yang terkemuka dalam membina agama masehi baru dan dia tidak pernah bertemu Isa dan tidak pernah mendengarnya bertablig. Nama Paulus yang asli adalah Saul, awalnya giat menggencet golongan Sahabat-sahabat Isa. Tiba-tiba ia berubah menjadi penganut agama masehi.
Pendeta Paulus berusaha mendekatkan kepada pikiran murid-muridnya pendapat yang menuju ke arah bahwa keadaan Isa sebagai keadaan Auziris. Dia adalah Tuhan yang mati untuk hidup kembali dan untuk memberikan kepada manusia kekekalan hidup. Demikian Paulus meletakkan bibit ketuhanan Al-Masih di tanah yang subur dalam pikiran yang tidak mengetahui filsafat dan haluan pikiran sebelum Al-Masih. Yang membuat pikiran itu tersebar adalah penderitaan orang-orang Masehi yang telah memusnahkan referensi mereka dan hampir seluruh pengikut mereka, yang berlaku lebih dari tiga abad sampai tahun 313. Dalam waktu itu, Agama Masehi kehilangan coraknya dan banyak terpengaruh pada kebudayaan-kebudayaan dan churafat-churafat yang bermacam-macam.
Pada masa itu timbul pertentangan-pertentangan. Pertentangan paling hebat adalah mengenai Al-Masih sendiri. Setengah diantara mereka memandangnya sebagai Rasul, sebagaimana rasul yang lain, sedang yang lain berpendapat Al-Masih sebagai Tuhan. Oleh karena itu, Constantine, emperor Romawi, mengumpulkan para pendeta dalam musyawarah besar di kota Nicaea untuk meletakkan batas-batas pertentangan itu, mengenai kedudukan Al-Masih.
Jumlah peserta yang tekumpul adalah 2.048 orang. Seorang Alim dari Mesir, Arius, menyatakan “ Sesungguhnya Bapa itu hanya Allah dan anak itu adalah makhluk yang di buat. Bapa itu telah ada di waktu anak belum ada”. Sedang dari Gereja Alexandria yang terpengaruh dengan pendapat Mesir Kuno, Filsafat Yunani, dan Plato Modern berpendapat pada tiga ketuhanan. Karena ada dua pendapat yang bertentangan, maka majelis tidak bisa mengambil keputusan.
Kemudian Constantine mengadakan sidang bersama 318 orang dan mereka mengambil keputusan sesaui pendapat mereka, yaitu percaya pada tiga ketuhanan. Sedang Constantine sendiri pada waktu itu belum masuk agama Masehi.

KONFERENSI-KONFERENSI PENUHANAN
Konferensi Nicaea (325)        : Memutuskan ketuhanan Al-Masih sebagai balasan ketunggalan yang di serukan Arius.
Konferensi Sur Swasta        : Memutuskan ketunggalan Tuhan dan Al-Masih sebagai RasulNya. Tetapi konferensi ini tidak di akui Gereja.
Konferensi Konstantinopel I (381)    : Memutuskan Ruh Kudus sebagai Tuhan juga.
Konferensi Ephesus I (431)        : Maryam melahirkan seorang Tuhan yang mempunyai dua tabiat, ketuhanan dan kemanusiaan.
Konferensi Ephesus II         : Al-Masih mempunyai satu tabiat yang berkumpul padanya Lahut dan Nasut.
Konferensi Chalecdon (451)        : Mendukung Konferensi Ephesus I dan menolak putusan Ephesus II dan mengutuk Nistor, Dicoris, dan pengikut-pengikutnya.
Konferensi Konstatinopel II (553)    : Mendukung putusan Nicaea, Konstantinopel I, dan Chalecdon serta mengutuk dan mengusir pikiran-pikiran mengenai Incarnatie dan pribadi Al-Masih hanya bayangan saja.
Konferensi Konstantinopel III (680)    : Al-Masih mempunyai 2 tabiat dan 2 keinginan.
Konferensi Roma (869)        : Memancarnya Ruh Kudus dari Bapa dan Anak, Yang ingin mengadukan soal agama masehi harus menyampaikan pada Gereja Roma, Semua orang masehi di seluruh dunia tunduk pada keputusan-keputusan kepala Gereja Roma.
Konferensi Konstantinopel (879)    : Memencarnya Ruh Kudus hanya dari Bapa
Konferensi Roma ( 1215)        : Gereja Paus memiliki hak pengampunan yang di berikan kepada siapa yang di sukai.
Konferensi Roma (1869)        : Pope terpelihara dan suci dari kesalahan
Dalam pertemuan di Nicaea hanya di cantumkan ‘Melepaskan kemerdekaan pada penganut-penganut agama ini tentang pertikaian mengenai Ruh Kudus’. Selain Konferensi-konferensi tersebut ada pula beberapa Mazhab tentang tabiat Al-Masih, yaitu :
Mazhab Nastori (431)        : Nistor berpendapat bahwa Isa bin Maryam adalah seorang manusia, hanya dengan kecintaannya saja bersatu dengan Bapa. Di katakan Tuhan atau anak Tuhan, hanya sebuah kiasan saja.
Mazhad Gereja Alexandria        : Al-Masih mempunyai tabiat yang tunggal, pertemuan antara Lahut dan Nasut, dia adalah oknum yang berkumpul padanya pihak Tuhan dan pihak manusia, menjadi satu kesatuan zat dan suci dari percampuran dan incarnatie, suci dari perpisahan.
Mazhab Kerajaan Malkani        : Maryam melahirkan seorang Tuhan, yaitu Yesus Al-Masih, Dia dan Bapanya dalam tabiat ketuhanan dan manusia dalam tabiat kemanusiaannya.
Belum lama Nistor mengumumkan pendiriannya, diadakan konferensi Ephesus I yang memutuskan sama dengan mazhab Malkani. Sedang Gereja Alexandria tidak menerima hal tersebut, dan mengadakan konferensi Ephesus II yang menyetujui mazhab Alexandria.
Kemudian Gereja Katolik berontak terhadap putusan itu. Tahun 451 Permaisuri campur tangan dalam perundingan di Chalecdon, Perundingan ini menguatkan keputusan Ephesus I dan Mazhab ini di sebut Mazhab Malkani / kerajaan.
Mazhab Gereja Alexandria di namakan Mazhab Mesir / Ja’kub. Penyeru mazhab ini adalah Jakub Al Beraza’i. Mazhab ini juga menyebabkan berpisahnya Gereja Mesir, Abbesynia, Armenia, dan Surjani dari Gereja Barat. Selain tiga Mazhab yang ada, tahun 667 ada seorang yang bernama Jahja Maron yang menyerukan Al-Masih mempunyai 2 tabiat dan 1 keinginan. Patriarch-patriarch tidak menerima hal tersebut, Emperor pun mengadakan perundingan. Keputusan dari perundingan adalah Al-Masih mempunyai 2 tabiat dan 2 keinginan, selain daripada itu di kutuk.
Konferensi-konferensi yang di lakukan mengambil satu kekuasaan yang tidak di kenal oleh agama Yahudi ataupun Islam. Maka timbullah kecaman yang di tujukan kepada konferensi ke sembilan, yang memutuskan semua orang masehi di seluruh dunia harus tunduk pada keputusan kepala Gereja Roma, putusan ini di anggap sangat berbahaya, karena mencampuri urusan umat agama lain.
Demikianlah satu kekuasaan memasuki majelis, maka keputusan yang di ambil oleh minoriteit sidang di paksa oleh kekuasaan itu kepada manusia dan selain dari itu di bakar. Bagi yang mentauhidkan Tuhan, akan di asingkan dan di hukum buang.
Mengenai nasib semua Injil dalam konferensi Nicaea, keputusannya adalah menghapus semua Injil yang tidak sesuai dengan keputusan mereka dan tidak menurut aliran agama masehi yang baru sesuai Rasul Paulus. Wasiat Baru di buat dari buku yang berjumlah 27, yang terdiri dari :
14 risalat yang di tulis Paulus
3 risalat yang di tulis Jahja
2 risalat yang di tulis Petrus
1 risalat yang di tulis Ja’kub
1 risalat yang di tulis Jahuda
Konferensi menolak selain dari itu, di anggap omong kosong, kufur, dan  penyelewengan yang harus di basmi dan di hukum bagi orang yang membawa atau mengatakannya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: