Neoratnayuwinda

welcome in my 2nd time

produk gagal 1

on July 29, 2008

BAB I
PENDAHULUAN
PENGARUH PROGRAM QUANTUM TEACHING  DALAM USAHA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN YANG DILAKSANAKAN OLEH LEMBAGA PENGEMBANGAN POTENSI PENDIDIKAN ADARO AND PARTNER (LP3AP) DI KABUPATEN TABALONG TAHUN 2007/2008
1.1 Latar Belakang
Izin kegiatan pertambangan dari pihak pemerintah Provinsi Kalimatan Selatan berupa kuasa penambangan (KP) atau PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara) yang bisa diperoleh dari Bupati wilayah setempat. Tetapi KP ini tidak berlaku bagi penambangan yang sifatnya tidak resmi atau ilegal dan akan diverifikasi sebagaimana yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertambangan Provinsi Kalsel, Sukardi (Kompas, edisi November 2005)
…. pihaknya memperkirakan jumlah perizinan KP yang akan diverifikasi mencapai 300 buah.
Yang jelas, sasaran operasi tim ini adalah seluruh izin KP yang dikeluarkan para Bupati. Hasil verifikasi itulah yang menentukan izin-izin itu digunakan dengan benar atau tidak, ujarnya. Menurut Sukardi, verifikasi bertujuan untuk menertibkan penggunaan izin-izin yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jika ditemukan izin yang melanggar, maka Bupati bersangkutan akan memberikan teguran. Jika tiga kali teguran tak diindahkan, maka Bupati akan mencabut izin tersebut.

 Jadi, suatu kuasa pertambangan akan diberikan oleh pemerintah provinsi selama kegiatan pertambangan yang dilakukan bukan pada jalur tak resmi.
Dari pemerintah Kabupaten dasar penambangan dikutip dari artikel GALI-GALI Volume 4, Nomor 20, Januari 2002, dari hasil Studi Kasus Tambang Batubara di Kalimantan Selatan, 2001, mengungkapkan :
Pada tahun 1980, pemerintah mengundang secara terbatas dunia internasional untuk pengembangan potensi batubara di Kaltim dan Kalsel. Selanjutnya untuk memfasilitasi minat dari investor asing pemerintah mengeluarkan Keppres No. 49/1981 Tentang Kontrak Kerjasama Batubara. Dengan Keppres tersebut investor asing bisa melakukan kontrak kerjasama pengusahaan batubara dengan Pemegang Kuasa Pertambangan Batubara PT. Tambang Batubara Bukit Asam (PT BA).
Pada tahap ini, tercatat 11 perusahaan menandatangani Kontrak Kerja Sama dengan PT BA, yaitu PT Kendilo Coal, PT Kaltim Prima Coal, PT Kideco Jaya Agung, PT Berau Coal, PT Allied Indo Coal, PT Multi Harapan Utama, PT Tanito Harum, PT Indominco Mandiri, dan PT Chung Hua Mining Development, PT Adaro Indonesia , dan PT Arutmin Indonesia.
Setelah ramainya investasi asing (PMA) dibidang Batubara, pada tahun 1993 pemerintah mencabut Keppres No 49/1981 dengan Keppres No 21/1993. Keppres 21/1993 ini memungkinkan Perusahaan Swasta Nasional (PMDN) untuk terlibat dalam pengusahaan batubara nasional.

Segala sesuatu selalu memiliki dualisme, begitu juga dalam pertambangan, selain membawa dampak positif untuk perekonomian, juga membawa dampak negatif dalam hal gangguan lingkungan hidup dan sosial. Seperti beberapa hal yang diungkapkan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) tahun 2006 :
Masyarakat yang sebelumnya merasa dirugikan dan tidak mendapatkan keuntungan dari adanya eksploitasi pertambangan ini di beberapa daerah membuat portal-portal untuk melakukan pungutan bagi para penambang yang menggunakan jalan umum untuk anggkutan batubara. Portal atau pos pungutan tersebut ada yang dikelola oleh desa (melalui aparat desa atau kesepakatan kampung) dan ada juga yang dikelola oleh kelompok tertentu.  Tidak jarang hal ini menimbulkan konflik antara para sopir angkutan batubara dengan para penarik pungutan tersebut. Terjadinya pergeseran sosial dan budaya masyarakat.  Dulunya petani pemilik dan nelayan sekarang menjadi buruh pekerja di perusahaan. Pergeseran pola hidup yang lebih konsumtif, penggunaan narkotika dan minuman keras oleh para anak remaja dan adanya praktek prostitusi, dan lain sebagainya sebagai akibat dari adanya perusahaan pertambangan batubara yang telah mengabaikan hak, nilai-nilai dan budaya masyarakat lokal.
Lubang-lubang besar yang tidak mungkin ditutup kembali -apalagi dilakukan reklamasi- telah mengakibatkan terjadinya kubangan air dengan kandungan asam yang sangat tinggi. Hasil penelitian Bapedalda Tabalong (2001) menyebutkan bahwa air yang berada pada lubang bekas galian batubara tersebut mengandung beberapa unsur kimia, yaitu : Fe, Mn, SO4, Hg dan Pb.  Seperti kita ketahui Fe dan Mn bersifat racun bagi tanaman dan mengakibatkan tanaman tidak dapat berkembang dengan baik.  SO4 merupakan zat asam yang berpengaruh terhadap pH tanah dan tingkat kesuburan tanah.  Sedangkan Hg dan Pb adalah logam berat yang bisa menimbulkan penyakit kulit pada manusia.  Selain air kubangan, limbah yang dihasilkan dari proses pencucian juga mencemari tanah dan mematikan berbagai jenis tumbuhan yang hidup diatasnya.  

Menurut pusat infomasi LP3AP mengungkapkan bahwa :
PT. Adaro Indonesia (PT.AI) berdiri tahun 1982 sebagai hasil kerjasama antara Enadimsa (Spanyol) dengan Indonesia dengan saham 100 persen ditangan Enadimsa. Pada tahun 1987 saham yang ada ditangan Enadimsa berkurang sampai tahun 1992 saham disana menjadi nol (0) persen. Pada tahun 2003 sebagian besar saham tersebut sudah ada di tangan perusahaan Indonesia (PT. Dianlia) yaitu sebesar 51 persen.
Jadi keberadaan perusahaan ini adalah salah satu hasil dari politik pintu terbuka pada tahun 1870, yang kemudian dimatangkan oleh kebijakan terbukanya Indonesia untuk Penanaman Modal Asing (PMA), dengan adanya hal ini perusahaan-perusahaan mulai berkembang di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan.
PT. AI adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang penambangan batu bara yang ada di Kabupaten Tabalong. Perusahaan ini mengelola lokasi di dua wilayah Kabupaten, yaitu Kabupaten Tabalong dan Balangan , dan sebagai perusahaan tambang yang besar menyadari bahwa SDA yang diambil harus dapat memberikan manfaat kepada wilayah operasionalnya yakni salah satunya dengan mengkonversikannya kedalam peningkatan kualitas pendidikan .

Untuk meredam konflik yang terjadi akibat adanya kesenjangan sosial antara pihak penambang dengan masyarakat setempat, bahkan mengarahkan kepada terjadinya hubungan yang harmonis antara keduanya, dibentuklah sebuah program perusahaan yang diungkapkan oleh Ir. Abdurrahman dalam makalahnya (2008 : 1) :
Berdasarkan mandat Konferensi Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development) di Johannesburg tahun 2002 Afrika Selatan, telah dicanangkan sektor energi dan sumber daya mineral perlu memperhatikan dampak-dampak yang berkenaan dengan pengolahan energi dan sumberdaya mineral yang tidak dapat diperbaharui agar dicarikan alternatif berkelanjutannya agar masyarakat yang terkena dampak tersebut dapat terus menerus hidup mandiri tanpa bergantung pada sumberdaya yang akan habis tersebut.
 Atas pertimbangan tersebut, program community development merupakan solusi terbaik untuk meredam konflik, bahkan memberi arah bagi terjadinya hubungan yang harmonis antara masyarakat industri dan masyarakat setempat, program ini terus diperbaharui sesuai dengan dinamika yang berkembang di masyarakat. Tujuan program ini adalah pemberdayaan masyarakat agar anggota masyarakat dapat mengaktualisasikan dirinya dalam mengelola sumber daya yang ada disekitarnya guna memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri tanpa ketergantungan pada pihak perusahaan maupun pemerintah.
Community Development (CD atau ComDev) adalah program perusahaan yang disusun berdasarkan karakteristik masyarakat dan wilayah.  Dalam pelaksanaannya, ComDev membawahi empat bidang yaitu bidang kesehatan, ekonomi, sosial budaya, dan pendidikan. Untuk bidang pendidikan dibentuk lagi sebuah lembaga khusus yang menangani pendidikan formal yang disebut dengan Lembaga Pengembangan Potensi Pendidikan Adaro & Partner (LP3AP). Lembaga inilah yang melakukan terobosan dalam bidang pendidikan dalam rangka perpanjangan tangan dari pihak-pihak terkait khususnya di Kabupaten Tabalong dengan program-programnya, salah satunya adalah program quantum teaching ini untuk membantu peningkatan kualitas pembelajaran.
Ketertarikan akan masalah ini adalah adanya rasa bangga dapat merekam kemajuan pendidikan di suatu daerah, apalagi daerah asal sendiri dalam suatu penjelasan deskriptif dan tertulis, karena yang ada sekarang ini sebagian besar adalah tulisan-tulisan mengenai pendidikan di luar daerah seperti halnya di pulau Jawa yang menyebabkan kurangnya pengetahuan pelajar dan insan pendidikan mengenai kemajuan pendidikan yang ada di daerah sendiri.
1.2 Rumusan Masalah
Bertolak dari latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan menjadi rumusan masalah. Pengertian masalah itu sendiri dikemukakan oleh Muhammad Hatta (1970 : 10) dalam Abdul Hakim (1998 : 9) sebagai berikut ;
Masalah adalah kejadian yang menimbulkan pertanyaan dalam hati kita tentang kedudukannya, kita tidak puas dengan melihat saja melainkan kita ingin mengetahui lebih dalam.
Dari pendapat tersebut, masalah adalah keadaan atau peristiwa yang menimbulkan pertanyaan dihati kita tentang kedudukannya, dan pertanyaan inilah yang menggerakkan seseorang untuk memecahkannya. Rumusan masalah yang dibahas dalam tulisan ini adalah bagaimana peran PT. AI dalam membantu meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Tabalong pada tahun 2007/2008?
 Rumusan masalah tersebut akan dipecah lagi dalam pertanyaan berikut :
a. Apakah yang dimaksud dengan quantum teaching?
b. Bagaimana penerapannya dalam usaha peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Tabalong?
c. Pengaruh apa saja yang ditimbulkan oleh quantum teaching yang diadakan oleh LP3AP selama tahun ajaran 2007/2008 di Kabupaten Tabalong?
1.3 Definisi Operasional
Agar tidak terjadi penafsiran yang ganda dalam membaca tulisan ini berikut definisi operasional yang ada dalam tulisan ini :
– Quantum teaching adalah salah satu bagian dari program peningkatan mutu (upgrading) guru yang dilakukan oleh LP3AP sebagai realisasi dari program ComDev bidang pendidikan PT. AI
– Guru adalah orang yang melakukan pengajaran dan pendidikan di sekolah, menurut anak ciremai dalam makalahnya menyatakan bahwa :
…  tugas guru tidak ada “mengajar”, tetapi juga “mendidik”.maka untuk melakukan tugas sebagai guru, tidak sembarangan orang dapat menjalankannya.sebagai guru yang baik harus memiliki syarat-syarat yang di dalam undang-undang No 12 tahun 1945 tentang dasar-dasar pendidikan dan pengajaran di sekolah untuk seluruh Indonesia, pada pasal 15.
– Program adalah susunan acara yang sistematis, terperinci dan mempunyai tujuan tertentu, serta mengandung satu pokok masalah
– PT. AI adalah kependekan dari PT. Adaro Indonesia, sebuah perusahaan tambang yang besar yang berlokasi di Dahai, Kabupaten Balangan. Perusahaan ini mengelola lokasi pertambangan di wilayah Tutupan, Kelanis, dan Dahai, serta memulai eksplorasi penambangan sejak tahun 1994.
– Community Development bidang pendidikan adalah program pengembangan masyarakat dari perusahaan PT. AI dalam rangka membantu pemerintah mengembangkan bidang pendidikan.
– Lembaga Pengembangan Potensi Pendidikan Adaro & Partner (LP3AP) adalah lembaga khusus yang menangani bidang pendidikan formal dari program ComDev bidang pendidikan, termasuk didalamnya peningkatan kualitas pendidikan dan kualitas pembelajaran khususnya.
– Kabupaten Tabalong adalah lokasi diadakannya penelitian ini. Dilihat dari letaknya dalam peta wilayah Kalimantan Selatan terletak di bagian utara.
1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah
– Mendeskripsikan hal-hal yang dilakukan PT. AI untuk membantu meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Tabalong
– Mendeskripsikan perubahan cara mengajar guru setelah mengikuti program quantum teaching yang dilaksanakan oleh LP3AP
– Membuktikan bahwa pihak swasta dalam hal ini perusahaan tambang tidak selalu bermuatan negatif, tetapi memiliki andil untuk membantu meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Tabalong
Manfaat dari penelitian ini antara lain dapat memperkaya Perpustakaan Daerah, Perpustakaan Provinsi, Perpustakaan Perguruan Tinggi, memperkaya pengetahuan insan pelajar dan masyarakat umum tentang perkembangan pendidikan lokal, untuk feed back atau umpan balik bagi ComDev bidang Pendidikan dan LP3AP sendiri tentang aktivitasnya, dan yang terakhir semoga dapat memberikan ilham bagi penulisan berikutnya dengan perusahaan yang berbeda
1.5 Batasan Masalah
Dalam tulisan ini pembahasan dibatasi oleh hal-hal berikut ;
– Objek penelitian dalam tulisan ini adalah LP3AP
– Waktu penelitian adalah tahun 2007/2008 dengan pertimbangan LP3AP berdiri pada triwulan IV tahun 2005, setelah berjalan selama satu tahun tentunya ada program yang telah menampakkan hasil sehingga bisa diukur sejauh mana program tersebut efektif untuk membantu meningkatkan kualitas pembelajaran di Kabupaten Tabalong
– Tempat penelitian dikhususkan di Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan
– Pokok permasalahan yang menjadi bahasan adalah mengenai Quantum Teaching (QT).
BAB II
LANDASAN TEORI
PENGARUH PROGRAM QUANTUM TEACHING  DALAM USAHA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN YANG DILAKSANAKAN OLEH LEMBAGA PENGEMBANGAN POTENSI PENDIDIKAN ADARO AND PARTNER (LP3AP) DI KABUPATEN TABALONG TAHUN 2007/2008

1. Pengertian Community Development (ComDev)
a. Menurut Arief  Budimanta dalam Ir. Abdurrahman (2008 : 1)
…. community development adalah kegiatan pengembangan masyarakat yang dilakukan secara sistematis, terencana, dan diarahkan untuk memperbesar akses masyarakat guna mencapai kondisi sosial ekonomi dan kualitas kehidupan yang lebih baik.
b. Menurut Yusuf  Wibisono (2007 : 125-126)
… Corporate Social Responsibility (CSR) dipraktikkan di tiga area, yaitu di tempat kerja implementasinya menyangkut kesehatan dan keselamatan kerja, pengembangan knowlegde dan skill karyawan, peningkatan kesejahteraan dan bahkan mungkin kepemilikan saham. Kedua, di komunitas berupa kontribusi dalam bentuk charity (kasih sayang), philanthropy (kedermawanan) maupun community development (pengembangan masyarakat). Ketiga, terhadap lingkungan, praktiknya berupa proses produksi dan produk yang ramah lingkungan, ikut serta dalam upaya pelestarian lingkungan hidup dsb. 
c. Menurut Rudi Saprudin Darwis (2008) pengertian ComDev dapat disamakan dengan  locality development :
Untuk keperluan praktis, dapat dikemukakan bahwa dalam ilmu sosial banyak terdapat istilah-istilah yang berbeda dengan pengertian yang sama. Istilah pengembangan masyarakat sesungguhnya bersumber pada istilah community development, yang kemudian oleh Jack Rothman (1979), disamakan pula dengan locality development. Dengan demikian jika dalam tulisan ini disebutkan ke tiga istilah tersebut, sesungguhnya pengertiannya sama.
Pengembangan masyarakat didefinisikan sebagai ”sebuah model pengembangan masyarakat yang menekankan pada partisipasi penuh seluruh warga masyarakat”. PBB (1955) mendefinisikan pengembangan masyarakat sebagai
”Pengembangan masyarakat didefinisikan sebagai suatu proses yang dirancang untuk menciptakan kemajuan kondisi ekonomi dan sosial bagi seluruh warga masyarakat dengan partisipasi aktif dan sejauh mungkin menumbuhkan prakarsa masyarakat itu sendiri”.
Tropman, dkk (1993) mengemukakan, bahwa :
” …locality development merupakan suatu cara untuk memperkuat warga masyarakat dan untuk mendidik mereka melalui pengalaman yang terarah agar mampu melakukan kegiatan berdasarkan kemampuan  sendiri  untuk meningkatkan kualitas kehidupan mereka sendiri pula”.

2. Ruang lingkup ComDev
Menurut Ir. Abdurrahman (2008 : 2) dapat dibagi menjadi  :
– Community service adalah kegiatan pelayanan yang bertujuan untuk memenuhi kepentingan masyarakat
– Community empowering adalah kegiatan yang berkaitan dengan pemberian akses masyarakat agar dapat meningkatkan kemampuan dirinya untuk mandiri
– Community relation adalah kegiatan yang berkaitan dengan menjalin pola hubungan yang harmonis dengan masyarakat
3. Bidang pengembangan dalam ComDev
Menurut Ir. Abdurrahman (2008 : 6) ada empat bidang pengembangan yaitu ;
– bidang ekonomi,
– bidang pendidikan,
– bidang kesehatan, dan
– bidang sosial budaya
Dalam bidang pendidikan salah satu kegiatannya adalah peningkatan mutu atau kualitas guru yang dilakukan oleh lembaga khusus yang dinamakan LP3AP.
4. Pelaku pengembangan masyarakat 
Menurut Rudi Saprudin Darwis (2008) pelaku pengembangan masyarakat ada 4 unsur yaitu :
– Pemerintah
Pemerintah merupakan pihak yang paling bertanggung jawab dalam upaya mensejahterakan masyarakatnya. Oleh karena itu, pemerintah memiliki porsi yang paling besar dalam pengembangan masyarakat.
– Organisasi
Organisasi yang terlibat dalam pengembangan masyarakat adalah organisasi yang turut menyelenggarakan pengembangan masyarakat atau menjadi pelaksana pengembangan masyarakat.
– Masyarakat
Dalam pendekatan pengembangan masyarakat, masyarakat sebagai sasaran meliliki kedudukan yang sangat strategis. Masyarakat tidak lagi dipandang sebagai obyek kegiatan yang hanya akan menerima hasil kegiatan pengembangan masyarakat, melainkan sebagai pihak yang harus turut menentukan dalam kegiatan tersebut.
– Agen perubahan pada umumnya memiliki kesadaran yang cukup tinggi dan kepedulian yang sangat besar terhadap pengembangan masyarakat. Istilah pelaksana / agen perubahan lebih sering digantikan dengan community organizer atau CD worker.
5. Landasan berdirinya pengembangan masyarakat
Menurut Ir. Abdurrahman (2008 :1) landasan berdirinya pengembangan masyarakat atau ComDev adalah :
Berdasarkan mandat Konferensi Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development) di Johannesburg tahun 2002 Afrika Selatan, telah dicanangkan sektor energi dan sumber daya mineral perlu memperhatikan dampak-dampak yang berkenaan dengan pengolahan energi dan sumberdaya mineral yang tidak dapat diperbaharui agar dicarikan alternatif berkelanjutannya agar masyarakat yang terkena dampak tersebut dapat terus menerus hidup mandiri tanpa bergantung pada sumberdaya yang akan habis tersebut.
Atas pertimbangan tersebut, program community development merupakan solusi terbaik untuk meredam konflik, bahkan memberi arah bagi terjadinya hubungan yang harmonis antara masyarakat industri dan masyarakat setempat, program ini terus diperbaharui sesuai dengan dinamika yang berkembang di masyarakat.
6. Pengertian  quantum teaching
Menurut DePorter, Reardon, dan Singer-Nourie (2005 : 5)
Quantum adalah interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya, dengan demikian quantum teaching adalah orkestrasi bermacam-macam interaksi yang ada didalam dan disekitar momen belajar. Interaksi ini mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi orang lain.
7. Model quantum teaching
Menurut DePorter, Reardon, dan Singer-Nourie (2005 : 8)
Hampir sama dengan sebuah simponi, ada banyak unsur yang menjadi pengalaman musik anda. Unsur-unsur itu dibagi dalam dua kategori : konteks dan isi. Konteks adalah latar untuk pengalaman anda yaitu lingkungan, suasana, landasan, dan rancangan. Isi meliputi penyajian dan fasilitasi.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
PENGARUH PROGRAM QUANTUM TEACHING  DALAM USAHA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN YANG DILAKSANAKAN OLEH LEMBAGA PENGEMBANGAN POTENSI PENDIDIKAN ADARO AND PARTNER (LP3AP) DI KABUPATEN TABALONG TAHUN 2007/2008

3.1 Metode Penelitian
Agar sebuah penelitian berjalan lancar, diperlukan metode untuk membahasnya. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah penelitian deskriptif. Menurut Suharsimi (2005 : 250) mengemukakan bahwa :
…. dalam penelitian deskriptif peneliti hanya bermaksud menggambarkan suatu permasalahan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
Jadi dalam penelitian deskriptif, penyusun berusaha memberikan gambaran mengenai keadaan yang sebenarnya mengenai pengaruh program QT guru yang dilaksanakan oleh LP3AP pada tahun 2007/2008. Menurut Winarno dalam Abdul Hakim (1998 : 24) penelitian deskriptif adalah :
… penyelidikan yang tertuju pada pemecahan masalah-masalah yang ada pada masa sekarang atau memusatkan diri pada pemecahan masalah-masalah yang aktual, data-data dikumpulkan, disusun, dan kemudian dianalisa.
Menurut pendapat diatas, selain memberikan gambaran mengenai keadaan yang sebenarnya, juga mempelajari, mengenal dan memahami pelaksanaan QT guru yang dilaksanakan oleh LP3AP, dalam hal ini diusahakan untuk memberikan gambaran dan pemecahan masalah aktual yang ada pada masa sekarang.
3.2 Teknik Penelitian
Untuk mengumpulkan data dan segala informasi yang diperlukan dalam penelitian,  maka akan digunakan teknik atau cara pengambilan data sebagai berikut :
a. Observasi, yaitu suatu teknik pengumpulan data melalui pengamatan dan pencatatan langsung terhadap segala hal yang berkaitan dengan obyek yang diteliti.
b. Studi kepustakaan, yaitu teknik pengumpulan data dengan mempelajari dan menganalisa suatu sumber pustaka baik berupa buku, buletin, makalah, artikel, laporan kegiatan, laporan realisasi, maupun penelitian yang sebelumnya.
c. Wawancara, yaitu teknik pengumpulan data dengan tanya jawab dengan responden secara langsung dan tatap muka serta mencatat keterangan yang dikemukakan oleh responden.
d. Dokumentasi, teknik ini dilakukan dengan menyalin data-data uyang sudah ada didaerah penelitian untuk memperoleh data mengenai program QT  untuk meningkatkan mutu guru dari kegiatan LP3AP, pengertian ComDev dan data lain yang berhubungan dengan pelaksanaan penelitian.
3.3 Objek Penelitian
Sesuai dengan permasalahannya, maka penyusun akan meneliti data tentang bagaimana peran PT. AI dalam membantu peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Tabalong serta pengaruh program QT  terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.
3.4 Tahap-Tahap Pelaksanaan Penelitian
a. Koleksi data (pengumpulan data)
Pada tahap awal ini diadakan pengumpulan data, melalui sumber primer atau sumber sekunder. Selain mengumpulkan data seperti dokumen semacam laporan kegiatan atau laporan realisasi, juga berupa compact disk (cd) tentang lembaga terkait seperti LP3AP, ComDev, PT. AI, juga mengadakan wawancara kepada sekolah-sekolah yang beberapa gurunya pernah mengikuti pelatihan yang dimaksud.
b. Pemilahan data
Setelah data-data tersebut terkumpul, tahap berikutnya adalah memilah data yang mana saja yang akan dipakai dalam penulisan ini baik secara subtansi (isi) ataupun tahun ditulisnya data tersebut, dan yang tidak relevan akan dipisahkan.
c. Penafsiran data
Setelah dipilah-pilah, selanjutnya adalah menafsirkan data yang sesuai untuk penulisan ini, baik data dari hasil wawancara, observasi, studi pustaka, dokumentasi dengan kata-kata sendiri.
d. Penulisan dalam bentuk narasi deskriptif
Setelah ketiga proses diatas selesai, tahap selanjutnya adalah penuangan atau penulisan hasil penafsiran data yang telah dilakukan sebelumnya dalam bentuk narasi deskriptif.


One response to “produk gagal 1

  1. jalian says:

    sabar aja non, terus cari ide-ide yang baru, pasti ada yang pas nantinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: