Neoratnayuwinda

welcome in my 2nd time

agak kacau bab 4nya hehehe

on August 12, 2009

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
4.1 Profil SMP Negeri 1 Tanjung
SMP Negeri 1 Tanjung beralamatkan di jl. Jend. Basuki Rahmat Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong. Terakreditasi B. Berdiri pada tahun 1958 dan mulai beroperasional tahun 1959. Tanah tempat didirikannya bangunan sekolah ini adalah milik pemerintah dengan luas 10. 451 meter persegi. Status bangunan juga milik pemerintah dengan luas seluruh bangunan 2.395 meter persegi. Kepala SMP Negeri 1 Tanjung pada saat ini adalah Abdu Rahim, S. Pd, S. Ag, M. Pd.
Sekolah ini memiliki fasilitas sebagai berikut :
a. Perpustakaan
b. Lab. IPA
c. Lab. Komputer
d. Ruang Keterampilan
e. Ruang Kesenian
f. Ruang OSIS
g. Ruang UKS
h. Lapangan Basket
i. Lapangan Upacara
Data siswa selama 4 tahun terakhir adalah sebagai berikut :
Tabel 1. Data siswa 4 tahun terakhir SMP Negeri 1 Tanjung
Tahun Ajaran Calon siswa baru Kelas I
Siswa Rombongan Belajar
2005/2006 220 org 170 6 rbl
2006/2007 257 org 176 6 rbl
2007/2008 350 org 200 6 rbl
2008/2009 368 org 206 7 rbl

Dari data di atas diketahui, terjadi peningkatan peminat calon siswa untuk mendaftar di sekolah ini, selain itu juga terjadi peningkatan jumlah siswa yang diterima. Tahun ajaran baru 2008/2009 menerima jumlah siswa terbanyak dari tiga tahun sebelumnya. Juga dalam hal rombongan belajar, tahun terakhir inilah yang mencatat pertambahan jumlah rombongan.
Visi sekolah ini adalah unggul dalam pencapaian prestasi berdasar iman dan takwa, serta misi sebagai berikut :
a. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif
b. Mengkondisikan keunggulan secara intensif kepada warga sekolah
c. Mengkondisikan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut untuk menjadi sumber kearifan dalam bertindak.
Ekstrakurikuler yang ada di sekolah ini diantaranya adalah olahraga (bola kaki, badminton, basket, dan voli), seni (vokal dan menggambar), KIR (Karya Ilmiah Remaja), Karate, Tata busana (menjahit), baca tulis Al-Qur’an, dan English’s day.
Data guru SMP Negeri 1 Tanjung adalah sebagai berikut :
Tabel 2. Jumlah guru di SMP Negeri 1 Tanjung

Guru Pengajar /TU Jumlah
Laki-laki Perempuan
Guru PNS 8 org 24 org
Guru Bantu 2 org 6 org
TU PNS 1 org 1 org
TU Kontrak 1 org 2 org
TU Bantu 3 org 1 org

4.1.2 Profil Kelas VII A SMP Negeri 1 Tanjung
Berikut ini adalah data dari siswa kelas VII A tahun 2007/2008 dari teknik dokumentasi dan angket, diurut berdasarkan alpabet.
1. Adhitya Yudha Prawira : Jl. H. Badaruddin no. 24 RT. 1 Tanta Hulu
2. Asti Prativi : Jl. Flamboyan I no. 8 RT. 18 Mr. Pudak
3. Dwi Retno Ningtyas : Tanjung Selatan V RT. X Pembataan
4. Dwitiya Amanda Putri : Jl. Jend. Basuki Rahmat RT. XII A no. 67
5. Erni Anggrestiani : Jl. Puteri Zaleha
6. Filos Suphia : Jl. A. Yani RT. 07 no. 53 Jangkung
7. Gesta Lionanda : Ave Maria, Sulingan
8. Gst. M. Fikri Abdillah : Jl. Paramian RT. 6 no. 34 Pembataan
9. Iqbal Firdaus Salam : Jl. Basuki Rahmat
10. Kamaliatur Rohmah : Jl. Pertamina Gg Muhajirin RT. 07 RW. 03 Mabuun
11. M. Andri Yudha : Jl. Pahlawan RT.2
12. M. Faisal Hermawan : Jl. H. Badaruddin, Tanta Hulu
13. Maysuci Ardita Putri : Jl. PDAM RT. 4 Agung
14. Monalisa Dewi : Jl. Basuki Rahmat Desa Wayau RT. 8
15. Nadella Putri Ambareksa : Desa Laburan RT. 08 Bandara Warukin
16. Pandy Dwi Kurniawan : Komp. Mahligai Indah, jl. Mars Tanjung Selatan
17. Rahmatuz Zakiah : Jl. H. Badaruddin, Tanta Hulu
18. Refky Agusfianor : Jl. H. Badaruddin RT.05, Tanta Hulu
19. Rini Iriani : Desa Lukbayur RT. 11 no. 2
20. Saidatul Karimah : Jl. Jend. Basuki Rahmat
21. Shinta Deviana : Jl. Flamboyan 6 no. 109 RT. 18
22. Tias Widia Apriliyanti : Komp. BTD blok I no. 4 Mabuun
23. Winda Amalia Marsha : Jl. Jaksa Agung Suprapto RT. 14 no. 35 Tanjung
24. Wulan Lukita Arum : Jl. Basuki Rahmat

4.2 Contoh interaksi belajar Sains dengan Model Quantum Teaching (QT)
Interaksi belajar disini diterangkan sebagai interaksi dua arah antara guru dan siswa dimana siswa lebih aktif dan guru sebagai fasilitator dan pengarah dalam proses belajar. Contoh pembelajaran dengan menggunakan QT ini diobservasi pada tanggal 21 juli 2008 jam pelajaran ke-4 dan 5, prosedur belajar adalah sebagai berikut :
a. Pada awalnya, guru Sains memasuki kelas dan memotivasi siswa melalui menanyakan kabar siswa yang dijawab oleh siswa dengan gerakan dan yel-yel yang telah disepakati lebih dulu, yaitu siswa menjawab dengan Alhamdulillah, Sehat, Sukses. Apersepsi dilakukan dengan semacam kuis tentang pelajaran minggu lalu, yang mana pelajaran sebelumnya adalah Besaran Pokok sampai semua siswa mengingat tentang pelajaran yang lalu, dengan peraturan sebelum menjawab angkat tangan. Sampai tahap ini siswa mulai termotivasi dan bersemangat ditambah dengan tepuk tangan dengan kode merah (1 kali tepuk), kuning (2 kali tepuk), dan hijau (3 kali tepuk) sampai tepuk tangan benar-benar kompak yang menandakan siswa mulai berkonsentrasi.
b. Selanjutnya adalah membentuk kelompok dengan nama-nama sesuka siswa, setelah mendapatkan kelompok dan memberi nama tahap berikutnya adalah membuat yel-yel sesuai nama kelompok. Setelah itu guru mempersilahkan salah satu kelompok untuk menyanyikan yel-yelnya sedang yang lain menyimak. Setelah seluruh kelompok telah selesai memperdengarkan yel-yelnya, guru mempersilahkan untuk memilih kelompok mana yang dianggap yel-yelnya paling bagus. Kelompok yang dipilih oleh kelompok lain sebagai pemilik yel yang bagus akan mendapatkan 3 bintang, yang kolomnya dibuat oleh guru di papan tulis dengan format sebagai berikut :
No. Nama Kelompok Bintangku
1. Bintang
2. Matahari
3. Saturnus
4. Macan
5. Pelangi
6. Bulan

c. Tahap berikutnya adalah masuk kedalam materi melalui sebuah cerita yang akrab di telinga siswa atau pengalamannya, setelah itu guru menuntun siswa untuk menebak materi apakah yang sedang mereka bicarakan, dan kelompok yang berhasil menjawab mendapatkan bintang tambahan.
d. Setelah mengetahui materi yang dibahas, guru mempersilahkan siswa membaca materi kemudian mendengarkan penjelasan guru.
e. Kemudian menarik kesimpulan oleh siswa dibantu oleh guru, pada saat ini ada beberapa siswa yang sibuk sendiri, tetapi kemudian kembali fokus ketika mulai mencatat materi.
f. Penutup, pelajaran diakhiri dengan mengulangi materi yang baru saja dibahas, sebagai penutup guru mengajak siswa berhitung satu sampai lima dengan kombinasi jari, tepuk tangan berkode, dan yel-yel penutup aku tahu, aku mau, aku mampu sampai kompak.
Konsep TANDUR dalam pembelajaran adalah sebagai berikut :
a. Tanamkan, ada ketika guru mulai memikat motivasi siswa melalui prosedur pertama dan kedua
b. Alami, ketika guru menyampaikan cerita yang berhubungan dengan materi pembahasan (tentang sakit demam) disertai Tanya-jawab, bagaimana cara menurunkan panas, bagaimana cara mengukur panas karena sakit dan suhu normal badan, bagaimana bentuk alat ukur suhu badan, dll
c. Namai, ketika guru mengajak siswa untuk menebak materi yang dibahas dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam pola Alami
d. Demonstrasikan, guru mengembangkan pembahasan dengan bertanya pengalaman serupa kepada siswa dan cara mengatasinya. Siswa juga membaca materi dan mendengarkan penjelasan guru
e. Ulangi, guru dan siswa menarik kesimpulan tentang materi dan membuat catatan
f. Rayakan, pembelajaran diakhiri sesuai poin f atau 6
Modalitas VAK dari proses belajar yang diobservasi pada bahasan sebelumnya, diinterpretasi dalam hal-hal berikut :
a. Visual, ketika siswa membaca materi, soal, instruksi tertulis
b. Auditorial ketika siswa mendengarkan aba-aba guru, penjelasan guru tentang materi
c. Kinestetik ketika menjawab kuis, membentuk kelompok, menyanyikan yel-yel, mencatat, dan pada sesi perayaan.

4.3 Pendapat siswa tentang model Quantum Teaching
Sebelum mengetahui pendapat siswa mengenai model Quantum Teaching terlebih dahulu diuraikan data yang diperoleh dari angket. Berikut ini adalah data dari angket. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas VII A tahun 2007/2008, yang berjumlah 24 orang. Dalam menjawab angket yang penulis berikan, responden diberikan kebebasan untuk menjawab, sehingga ada beberapa poin yang melebihi dari jumlah siswa yang sebenarnya.
4.3.1 Pelajaran Favorit Siswa Kelas VII A
Berikut ini adalah pelajaran-pelajaran yang banyak diminati oleh siswa-siswi kelas VII A pada tahun 2007/2008.
Tabel 3. Pelajaran Favorit siswa kelas VII A
Pelajaran Favorit Frekuensi
1. Agama 22
2. IPS 21
3. IPA 23
4. Matematika 13
5. Penjaskes 19
6. Muatan Lokal 18
7. Keterampilan 21

Pada tabel diatas, frekuensi dihitung sesuai dengan banyaknya siswa. Dari tabel 3, pelajaran yang mempunyai frekuensi yang tertinggi dan terendah masing-masing adalah IPA/Sains dengan 23 suara, dan Matematika dengan 13 suara. Persentasi siswa dihitung dengan rumus sebagai berikut :
PS = (S x 100) ÷ N
PS = Persentasi siswa
S = jumlah frekuensi suara siswa
N = total siswa keseluruhan
Contoh :
Diketahui : IPA/Sains : S = 23, N 24, Matematika : S = 13
Ditanyakan : berapa persentasi siswa yang menyukai pelajaran Sains dan Matematika?
Jawab :
PS = (S x 100) ÷ N
PS = Persentasi siswa
S = jumlah frekuensi suara siswa
N = total siswa keseluruhan
Contoh :
Diketahui : IPA/Sains : S = 23, N 24, Matematika : S = 13
Ditanyakan : berapa persentasi siswa yang menyukai pelajaran Sains dan Matematika?
Jawab :
PS = (S x 100) ÷ N
= (23 x 100) ÷ 24
= 2300 ÷ 24
= 95, 83 %.
PS = (S x 100) ÷ N
= (13 x 100) ÷ 24
= 1300 ÷ 24
Jadi persentasi siswa yang suka pelajaran Sains adalah 95, 83% dan Matematika adalah 54, 17%. Secara keseluruhan dengan rumus diatas, persentasi siswa untuk tabel 3 dapat dilihat dari tabel 4 sebagai berikut :
Tabel 4. Persentasi Pelajaran Favorit Siswa Kelas VII A
Mata pelajaran Persentasi suka Persentasi tdk suka Frek. Yang tdk suka
Agama 91, 67% 8, 33% 2
IPS 87, 5% 12, 5% 3
IPA 95, 83% 4, 17% 1
Matematika 54, 17% 45, 83% 11
Penjaskes 79, 17% 20, 83% 5
Muatan Lokal 75% 25% 6
Keterampilan 87, 5% 12, 5% 3

4.3.2 Guru Favorit Pilihan Siswa Kelas VII A
Setiap siswa mempunyai kriteria sendiri dalam menilai cara guru mengajar dan kenyamanan mereka dalam belajar. Berikut ini adalah guru-guru yang disukai oleh siswa dari cara mengajarnya :
Tabel 5. Guru Favorit Siswa Kelas VII A
Guru Favorit Frekuensi
1. Anikmah 5
2. Nurul Huda 6
3. Rita Noryati 3
4. Miranti 3
5. Khusnul Anwar 10
6. Maskanah 1
7. Widya 1
8. Ruhaida 2
9. Aida 2
10. Irina 1

Pada tabel 5, jumlah frekuensi yang ada adalah 34 suara dari 24 siswa. Hal ini terjadi karena penulis membebaskan siswa menjawab tanpa batas sesuai pertanyaan dan perasaannya. Dari tabel 5, guru yang meraih suara terbanyak adalah Khusnul Anwar dengan 10 suara. Dengan rumus yang sama dengan menghitung persentasi pada tabel 3, maka persentasi guru favorit dari cara mengajarnya menurut kelas VII A adalah sebagai berikut :
Tabel 6. Persentasi Guru Favorit dari Cara Mengajar
Nama guru Frek. suara Persentasi jml siswa Persentasi jml suara
Anikmah 5 20,83% 14,70%
Nurul Huda 6 25% 17,64%
Rita Noryati 3 12,5% 8,82%
Miranti 3 12,5% 8,82%
Khusnul Anwar 10 41,67% 29,41%
Maskanah 1 4,17% 2,94%
Widya 1 4,17% 2,94%
Ruhaida 2 8,33% 5,88%
Aida 2 8,33% 5,88%
Irina 1 4,17% 2,94%

Guru yang mengantongi 10 suara adalah trainer QT yang telah mengikuti ± 10 kali pelatihan dan melatih QT. Guru ini telah mengikuti pelatihan dari tahun 2005 (hasil wawancara, 21 Juli 2008). Proses belajar sains yang dibahas dalam penelitian ini diajarkan oleh guru ini. Tahun 2007/2008 adalah tahun pertama QT digunakan dalam pembelajaran. Menurut Khusnul Anwar, 90% materi pelajaran sains diajarkan dengan metode QT.

4.3.3 Guru yang Membuat Bersemangat Belajar
Berikut ini adalah pendapat siswa kelas VII A mengenai guru yang membuat mereka bersemangat dalam belajar.
Tabel 7 Guru Inspirator Siswa Kelas VII A
Guru Inspirator Belajar Frekuensi
1. Miranti 4
2. Nurul Huda 9
3. Khusnul Anwar 11
4. Anikmah 7
5. Rita Noryati 3
6. Ruhaida Santi 3
7. Aida 2
8. Nelly 1
9. Surati 1
10. Irina 1

Tabel 7, memiliki frekuensi 42 suara dari 24 siswa, karena ada siswa yang mengungkapkan 2-3 guru yang mampu menjadi inspirator belajar mereka. Pada poin ini Khusnul Anwar masih menjadi pemilik suara terbanyak yaitu 11 suara. Persentasi guru yang membuat siswa bersemangat belajar ini adalah sebagai berikut :
Tabel 8. Persentasi Guru Inspirator
Nama guru Frek. suara Persentasi jml suara Persentasi jml siswa
Miranti 4 9,52% 16,67%
Nurul Huda 9 21,42% 37,5%
Khusnul Anwar 11 26,19% 45,83%
Anikmah 7 16,67% 29,16%
Rita Noryati 3 7,14% 12,5%
Ruhaida Santi 3 7,14% 12,5%
Aida 2 4,76% 8,33%
Nelly 1 2,38% 4,17%
Surati 1 2,38% 4,17%
Irina 1 2,38% 4,17%

4.3.4 Pendapat mengenai Cara Mengajar Pak Khusnul Anwar
Dari 24 siswa, 20 orang menyatakan cara mengajar Pak Khusul Anwar bagus tanpa alasan tambahan, dan 4 orang diantaranya menyatakan bagus diiringi alasan. 20 orang menyatakan mereka dapat mengikuti cara mengajar tersebut dengan baik, 3 orang menyatakan kadang-kadang dapat mengikuti pembelajaran, dan 1 orang menyatakan dapat mengikuti pelajaran dengan alasan tambahan. 19 orang siswa mengaku senang dengan cara mengajar tersebut, 2 orang mengatakan biasa saja, dan satu orang mengaku senang dengan alasan tambahan.
Tabel 9. Cara mengajar Khusnul Anwar, S.Pd menurut siswa kelas VII A
No. Pendapat siswa F
1. Cara mengajarnya bagus 20
2. Cara mengajarnya bagus, tapi… 4
3. Dapat mengikuti dengan baik 20
4. Kadang-kadang 3
5. Dapat mengikuti, tapi…. 1
6. Perasaan menjadi senang 19
7. Biasa saja 2
8. Senang, walaupun … 3

Tabel 9 adalah pendapat tentang cara mengajar Khusnul Anwar, dalam hal ini adalah metode QT. Dari tabel 3-8 banyak suara cenderung memilih guru yang bersangkutan. Berikut ini adalah persentasi opini siswa tentang metode QT yang diterapkan oleh guru yang bersangkutan.
a). Tentang cara mengajarnya
83,33% siswa menyatakan cara mengajar Khusnul Anwar bagus
16,67% siswa yang menambahkan alasan pada opininya
b). Tentang kemampuan siswa mengikuti pembelajaran
83,33% siswa menyatakan dapat mengikuti proses belajar dengan baik
12,5% siswa menyatakan kadang-kadang dapat mengikuti proses belajar dengan baik
4,17% siswa menyatakan dapat mengikuti proses belajar ditambah kata ‘tapi…’
c). Tentang perasaan mereka dengan cara belajar tersebut
79,17% siswa menyatakan senang
8,33% menyatakan biasa saja
12,5% menyatakan senang, walaupun….
Namun secara keseluruhan QT dapat dikatakan berhasil diterapkan dalam tahap-tahap awal karena opini yang bersifat positif mempunyai 19-20 suara dari total 24 siswa, 2-3 suara bersifat menengah, dan 1-4 yang bersifat semi negatif, serta tidak ada yang benar-benar kesulitan mengikuti, membenci ataupun sedih ketika diajar dengan metode QT.

4.3.5 Guru yang baik menurut siswa kelas VII A
Berikut ini adalah pendapat siswa kelas VII A mengenai sosok guru yang baik.
1. Sabar dalam mengajar dan menghadapi muridnya
2. Tidak mudah marah, santai dalam belajar, dan tidak banyak mencatat
3. Guru yang disiplin dan tegas
4. Tidak sering marah, banyak menerangkan
5. Sabar dalam mengajar dan menghadapi murid, disiplin dan tegas
6. Perhatian dengan siswa
7. Ramah dan motivator
8. Mengajar dengan gembira
9. Ramah, tegas, tidak pemarah, bisa bercanda
10. Disiplin
11. Murah senyum, komunikatif, dan tidak acuh kepada siswa
12. Sabar, tidak mudah marah, bisa diajak bercanda
13. Baik, sabar, tegas
14. Sabar, pengertian
15. Tidak sombong, tidak pemarah, kreatif
16. Mengerti perasaan dan keinginan murid
17. Sabar dan mengerti keinginan murid
18. Penyabar, rajin, bisa menjelaskan dengan jelas, singkat, dan padat
19. Sopan, santun, menyenangkan, baik
20. Tidak pemarah, ramah, waktu mengajar tidak tegang, tidak membanding-bandingkan siswa
21. Bijaksana dan jelas dalam mengajar
22. Baik, sabar, tidak ringan tangan, mengerti keinginan siswa
23. Rajin, mengakhirkan pelajaran dengan pertanyaan atau permainan, membantu yang kurang jelas.
Hal-hal diatas adalah gambaran atau sosok guru yang diinginkan oleh tiap siswa kelas VII A, sub-sub poin yang dikemukakan oleh kelas VII A secara singkat dirangkum oleh Syaiful Bakri Djamarah sebagai berikut :
Dari penelitian Frend W. Hart ada 10 sikap yang disenangi siswa yaitu
a. Suka menolong pekerjaan sekolah dan menerangkan pelajaran dengan jelas dan mendalam serta contoh yang baik dalam mengajar
b. Periang dan gembira, memiliki perasaan humor dan suka menerima lelucon atas dirinya
c. Bersikap bersahabat
d. Menaruh perhatian pada muridnya
e. Berusaha agar mengajarnya menarik, dapat membangkitkan keinginan bekerjasama dengan siswa
f. Tegas, sanggup menguasai kelas dan membangkitkan rasa hormat pada siswa
g. Tidak pilih kasih
h. Tidak mengomel, mencela, dan sarkatis
i. Siswa merasa mendapatkan sesuatu dari guru
j. Dapat diteladani .
Penulis menuliskan hal tersebut agar dapat memberikan masukan kepada guru maupun calon guru untuk berintrospeksi diri dan bisa menampilkan sosok tersebut dalam mengajar di kelas, karena guru adalah pihak yang berpengaruh untuk kesuksesan siswa di sekolah. Untuk membangun generasi yang harus ditangani oleh guru yang memiliki keterampilan mengajar dan pembawaan yang dikategorikan siswa sebagai guru yang baik. Bersikap galak untuk membuat jarak dengan siswa sekarang ini dapat membuat keadaan atau percaya diri siswa berkurang yang mengakibatkan kepasifan belajar.

4.3.6 Belajar Yang Diinginkan Siswa Kelas VII A Terjadi Di Dalam Kelas
Belajar memang melibatkan interaksi guru dan siswa, namun kenyamanan belajar diperlukan siswa agar dapat memperoleh hasil maksimal dalam setiap prosesnya. Kejenuhan adalah hasil akhir perasaan atau respon siswa secara individu dalam menanggapi proses belajar yang tidak sesuai yang diharapkannya, yang akan menghasilkan perilaku yang tidak menyenangkan bagi guru atau rekan-rekannya yang lain dalam kelas. Berikut ini adalah proses belajar yang diinginkan oleh siswa kelas VII A terjadi di dalam kelas :
1. Belajar yang tidak terlalu serius, kadang diselingi dengan canda dan tawa
2. Belajar yang santai-santai saja dengan suasana yang sedang-sedang saja
3. Yang rame-rame, yang asik-asik
4. Belajar yang tidak terlalu menegangkan dan mengajarnya tidak terlalu cepat
5. Belajarnya santai, habis belajar ada permainannya
6. Selesai belajar ada game, belajarnya santai, tidak membuat ngantuk
7. Suasananya tertib dan diam
8. Belajar yang mengasyikkan, tidak membosankan, banyak cerita dan permainannya
9. Belajar sambil bermain
10. Belajar dengan tertib, damai, dan tidak terganggu orang lain
11. Belajar dengan santai dan menantang (ada soal untuk menambah nilai)
12. Belajar dengan serius tapi menyenangkan
13. Belajar yang tidak menegangkan, santai, ada permainan
14. Serius tapi santai
15. Belajar seperti pelajaran Pak Khusnul Anwar
16. Belajar yang menyenangkan
17. Menggunakan komputer
18. Belajar dengan komputer, penjelasannya dengan mind mapping (peta pikiran)
19. Belajar dengan santai, juga berkunjung ketempat-tempat yang bisa memberi informasi
20. Dengan cara yang tidak kaku dan tidak terlalu pakai otak kiri, ada gamenya
21. Dengan suasana yang sangat tenang
Demikian cara belajar yang diinginkan oleh siswa kelas VII A, dari total 24 siswa tidak semua opini dituliskan karena ada 3 angket mengenai pertanyaan belajar yang mereka inginkan ada dikelas yang jawabannya sama maksudnya dengan yang ada di atas. Sehingga cukup ditulis yang mewakili jawaban yang ada di angket tersebut.
Cara belajar yang diinginkan siswa kelas VII A yang dikemukakan oleh mereka melalui angket yang diberikan, mengisyaratkan bahwa sebagian dari mereka menginginkan proses belajar yang sebagaimana dituliskan pada poin 4.3.6, dari sebagian dari cara belajar yang ada, telah terangkum dalam pembelajaran dengan QT. Unsur seni dalam QT tidak hanya dengan memperdengarkan musik instrument, tetapi disesuaikan dengan keadaan sekolah dan kemampuan guru untuk menggali pembelajaran yang kreatif. Di SMP Negeri 1 Tanjung menggunakan yel-yel, tepuk tangan, permainan jari, dan cerita.
4.3.7 Pelatihan Sebagai Alat Inovasi Pendidikan
Agar guru-guru memiliki kompetensi, selain bisa menganalisa kesulitan belajar siswa dalam suatu tindakan kelas, ada baiknya seorang guru mengikuti kegiatan di luar jam sekolah dengan waktu yang relatif singkat agar dapat segera dibawa ke dalam kelas dan diajarkan kepada siswa tentang hal yang didapatkan di luar jam tersebut.
Dalam landasan teori yang telah dibahas pada bab II ada beberapa pengertian pelatihan yaitu dari Suryana Sumantri yang menjelaskan bahwa pelatihan adalah usaha dalam bentuk tertentu untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan serta sikap dan perilaku sesuai dengan perubahan teknologi atau sesuai tuntutan pekerjaan dan biasanya dilakukan dalam waktu singkat.
Dari pengertian diatas, pelatihan program QT adalah usaha dalam bentuk pendidikan luar sekolah untuk meningkatkan keterampilan mengajar dan pengetahuan guru tentang pendidikan yang lebih manusiawi tetapi berprestasi, serta sikap dan perilaku kearah itu sesuai tuntutan pendidikan atau sekolah dalam waktu 1-3 hari. Dengan kata lain, pelatihan guru adalah salah satu jenis proses belajar guru untuk meningkatkan keterampilan mengajar yang dilakukan di luar jam sekolah dalam waktu 1-3 hari dan ditutup dengan presentasi bersifat praktik mengajar kelompok kecil (microteaching).
Quantum Teaching (QT) adalah salah satu contoh pelatihan yang dilakukan oleh sebuah lembaga swasta yang disebut dengan Lembaga Pengembangan Potensi Pendidikan Adaro and Partner (LP3-AP) yang merupakan lembaga khusus dari Community Development (ComDev) PT. Adaro Indonesia yang bekerja sama dengan mitra kerjanya seperti PT. Pamapersada Nusantara, PT. Sapta Indra Sejati, PT. Rahman Abdi Jaya dan PT. Bukit Makmur Mandiri, serta PT. Saga Visi Paripurna sebagai konsultannya. ComDev sendiri bekerja dalam empat bidang kegiatan yaitu bidang ekonomi, kesehatan, sosial-budaya, dan pendidikan, karena bidang-bidang tersebut cukup esensial untuk mengembangkan masyarakat. Tanpa ekonomi yang kuat, masyarakat tidak akan mampu melakukan apa-apa (tidak produktif), tanpa badan yang sehat mustahil seseorang dapat bekerja dengan baik dan tanpa pendidikan yang pantas, sulit sekali menghasilkan produk yang layak jual, serta tanpa ketiga hal tersebut mustahil sosial-budaya bisa dibangun dan menghasilkan peradaban yang tinggi selaku manusia makhluk budaya.
ComDev PT. Adaro Indonesia bertujuan menciptakan tatanan masyarakat sekitar tambang yang mandiri ditopang dengan peningkatan ekonomi, sumber daya manusia, kesehatan, dan prasarana dan sarana sosial keagamaan. Tujuan jangka panjang dari program ini adalah terciptanya masyarakat mandiri secara ekonomi, intelektual, dan manajemen.
Sedangkan LP3-AP bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan formal di wilayah kerja PT. Adaro Indonesia dan PT. Pamapersada Nusantara dengan berbasis kepada kemandirian berkesinambungan, pengembangan sumber daya lokal, dan pemanfaatan teknologi terkini dengan orientasi global dan masa depan, dan cara yang mereka tempuh untuk mewujudkan tujuan tersebut adalah melalui program pelatihan.
Kembali ke masalah pelatihan, pelatihan yang dilakukan oleh LP3-AP sejalan dengan rumusan Omar Hamalik :
a. Pelatihan adalah proses mencapai pembelajaran yang menyenangkan dan melejitkan prestasi siswa, serta meningkatkan mutu guru khususnya dan sekolah pada umumnya
b. Dilaksanakan dengan sengaja dan terprogram oleh LP3-AP bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten dan Pemerintah Daerah yang bersangkutan
c. Sasaran pelatihan guru adalah guru sebagai unsur tenaga kerja bagi sekolah
d. Pelatihan dilaksanakan oleh trainer dari lembaga yang bersangkutan
e. Pelatihan dilakukan dalam waktu 1-3 hari
f. Guru yang menggunakan QT meningkat kemampuannya dan mendapat respon positif dari siswa.
Bila dikaitkan dengan tujuan pelatihan yang dirumuskan oleh Henry Simamora tujuan pelatihan QT diantaranya :
a. Memutakhirkan keahlian guru sejalan dengan perubahan teknologi dewasa ini yang tidak memungkinkan untuk meneruskan metode konvensional yang pasif
b. Mengurangi waktu belajar bagi guru mata pelajaran untuk menjadi kompeten dalam pekerjaan yaitu mengajar dengan efektif dan lebih baik.
c. Membantu memecahkan masalah dalam proses belajar di sekolah, dengan mengubah suasana belajar yang berbeda dengan sebelumnya yang akan membuat persepsi baru bagi siswa bahwa belajar tidak membosankan, sehingga sedikit demi sedikit perilaku mencontek dapat dikurangi pelan-pelan karena salah satu efek QT adalah membuat siswa merasa percaya dengan kemampuan dirinya,
d. Sebagai batu loncatan atau persiapan guru untuk promosi atau naik pangkat,
e. Selain itu juga mengorientasikan guru pada sekolah, khususnya kelas yang diajar agar dapat mencapai hasil belajar optimal.
Salah satu masalah yang ingin dipecahkan dengan inovasi pendidikan adalah belum efektif dan efisiennya sistem penyajian pengajaran, model Quantum Teaching (QT) bisa digunakan sebagai salah satu pilihan guru untuk mengefektif-efisienkan sistem pembelajaran mengingat QT adalah salah satu produk pelatihan yang diberikan kepada guru-guru salah satunya guru di SMP Negeri 1 Tanjung dan telah digunakan sejak tahun 1982 di SuperCamp oleh sekolah bisnis di Ohio, Amerika Serikat.
Kualitas pendidikan yang menurun akibat guru dan atau siswa kehilangan motivasi belajar dan mengajar bisa disegarkan dengan menyajikan pelajaran dengan model QT.
Organisasi pendidikan formal yang diteliti ini adalah tingkat sekolah menengah pertama. Secara khusus adalah SMP Negeri 1 Tanjung, Kabupaten Tabalong dengan kapasitas 6 kelas tiap tingkat. Keunikan sekolah ini adalah beberapa orang gurunya menggunakan metode belajar menyenangkan yaitu QT dalam proses belajar yang secara umum mewarnai cara mengajar, secara lebih khusus bila digunakan sebagai model pembelajaran pada proses belajar di kelas memberikan sensasi belajar yang lain dari biasanya.
Dari hasil angket yang telah dijawab oleh responden, pada pertanyaan guru favorit dan inspirator, nilai frekuensi tertinggi diperoleh oleh Khusnul Anwar yang dalam pelatihan QT mendapatkan nilai post test tertinggi, inilah alasan terpilihnya beliau untuk diteliti. Selain itu karena beliau yang mengajar Sains kelas VII A pada tahun 2007/2008 juga karena rekomendasi Kepala SMP Negeri 1 Tanjung.

4.3 Motivasi belajar Sains Kelas VII A SMP Negeri 1 Tanjung
Berdasarkan uraian sebelumnya, motivasi ketika siswa belajar di kelas dengan cara mengajar guru-guru yang berlainan ada dua motivasi yang membuat siswa bersemangat belajar, yaitu dari dalam dan dari luar diri siswa. Ketika siswa kelas VII A belajar Sains dengan model QT pada tahun 2007/2008 dengan yel-yel, game atau permainan dan bertepuk tangan dengan kode tertentu, motivasi belajar siswa lebih condong kepada motivasi dari luar. Mereka mengungkapkan hal-hal yang membuat mereka bersemangat dalam belajar, diantaranya adalah hal-hal berikut yang dikemukakan oleh siswa kelas VII A.
Tabel 10. Hal-hal Penyemangat Belajar Siswa Kelas VII A
Hal-hal yang Membuat Bersemangat Belajar Frekuensi
1. Proses Belajar 5
2. Ingin membahagiakan orangtua 4
3. Pembawaan guru 5
4. Diri sendiri 4
5. Rasa ingin tahu 1
6. Bisa menjawab soal dan memecahkan masalah 2
7. Ada permainannya 2
8. Pelajarannya 5
9. Teman-teman yang berprestasi 5

Dari tabel diatas, dikelompokkan menjadi dua kelompok besar motivasi menjadi sebagai berikut :
a. Motivasi dari dalam diri siswa berupa hal-hal berikut :
• Proses belajar
• Ingin membahagiakan orangtua
• Diri sendiri
• Rasa ingin tahu
• Bisa menjawab soal dan memecahkan masalah
• Pelajarannya
b. Motivasi dari luar diri siswa :
• Pembawaan guru
• Ada permainannya
• Teman-teman yang berprestasi
Dengan rumus yang sama dengan mencari persentasi pada bahasan sebelumnya, persentasi motivasi belajar dari dalam dan luar diri siswa dijelaskan dengan tabel berikut :
Tabel 11. Persentasi Motivasi dari Dalam Diri siswa
Motivasi dari dalam Frek. Persentasi suara
1. Proses belajar 5 15,15%
2. ingin membahagiakan orgtua 12,12%
3. diri sendiri 4 12,12%
4. rasa ingin tahu 1 3,03%
5. bisa menjawab soal dan memecahkan masalah 2 6,06%
6. pelajarannya 5 15,15%

Dari tabel diatas menunjukkan persentasi dan frekuensi motivasi belajar dari dalam. Dari 33 suara, 21 suara diantaranya adalah motivasi dari dalam. Sedang persentasi motivasi dari luar adalah sebagai berikut :
Tabel 12. Persentasi Motivasi Dari luar Diri siswa
Motivasi dari luar Frek. Persentasi suara
1. pembawaan guru 5 15,15%
2. ada permainannya 2 6,06%
3. teman-teman yang berprestasi 5 15,15%

12 suara dari 33 suara menyebutkan motivasi dari luar dirinya dalam mengikuti belajar. Dari uraian diatas terlihat bahwa ketika siswa belajar dengan model QT sebagian besar motivasi yang muncul untuk ikut berpartisipasi dalam pembelajaran berasal dari dalam diri siswa. Sehingga dapat dikatakan penggunaan model QT pada tahun 2007/2008 tidak terlalu berpengaruh pada motivasi belajar, karena pada tahun tersebut motivasi belajar siswa kelas VII A berada pada tahap pembangunan motivasi mengingat pada tahun 2007/2008 model ini baru dipakai di kelas VII.
Menurut hasil wawancara dengan Agus Surya (10 juli 2008) menyatakan bahwa kualitas hasil pelatihan tergantung pada kualitas input –dalam hal ini kualitas dan kemampuan awal peserta pelatihan guru- baik dalam program pelatihan QT maupun yang lainnya. Dengan kata lain, aplikasi QT di kelas tergantung pada kemampuan mengajar guru sebelumnya dan ditambah dengan QT dalam melakukan pembelajaran di kelas. Kemampuan guru sebelumnya disini adalah keterampilan dasar mengajar seperti yang tersebut di bawah ini :
a. Keterampilan bertanya
b. Keterampilan memberi penguatan
c. Keterampilan mengadakan variasi
d. Keterampilan menjelaskan
e. Keterampilan membuka dan menutup pelajaran
f. Keterampilan mengelola kelas
g. Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
h. Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan

Bila guru yang bersangkutan menguasai kedelapan hal tersebut maka, penggunaan QT dalam pembelajaran dapat dilakukan lebih mudah. Dilihat dari kecenderungan para guru dalam menggunakan model-model pembelajaran yang telah ada sebelumnya dan seringnya penggunaan model QT dalam pembelajaran, guru dibagi dalam tiga kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok yang paling sering menggunakan QT tergolong kelompok cerdas. Kelompok kedua adalah kelompok menengah, dan kelompok ketiga umumnya sering kesulitan dalam mengaplikasikan atau tidak memakainya sama sekali bahkan kembali ke model lamanya mengajar sebelum mengikuti pelatihan.
Perbandingan ketiga kelompok ini adalah sekitar 80 : 50 : 20. Pada guru yang cerdas, penggunaan QT berkontribusi sekitar 80 persen pada kemampuan mengajar sebelumnya, guru menengah berkontribusi sekitar 50 persen, dan pada guru kurang cerdas berkontribusi sekitar 20 persen. Besar kontribusi penggunaan QT ini bergantung pada kemampuan mengajar dan kemauan pribadi guru untuk konsisten pada model QT.
Perbedaan QT dan model pembelajaran yang biasanya digunakan oleh guru dan atau mahasiswa praktik lapangan keguruan adalah bahasa penyampaian pesan belajar. Kadang kita, sebagai guru atau calon guru mengeluarkan kata-kata negatif dan kesan belajar yang susah dan tidak menyenangkan ketika mengajar atau memprediksi hasil akhir siswa sesuai dengan tindakan belajarnya tanpa mau menyadarkan siswa untuk berlaku semestinya dalam belajar, sehingga ketika momen-momen ujian nasional masing-masing dari kita memaksa diri untuk memaksimalkan belajar melalui les-les pada sore hari yang malah tidak efektif karena otak telah lelah.
Dalam QT, bahasa penyampaian pesan belajar dari pembuka hingga penutup menggunakan bahasa, kata-kata positif, efektif dan tepat sasaran seperti yang dimaksudkan guru seperti pembawa acara di televise, serta segala rancangan yang ada di kelas mengisyaratkan untuk belajar yang menyenangkan, pun juga ketika siswa salah menjawab. Sehingga siswa tidak kapok mengeluarkan pendapat dan tetap terus berpartisipasi dalam pembelajaran.
Seperti halnya sebuah pertandingan sepak bola yang dimainkan dengan sportif dan suasana positif didukung oleh pemain-pemain yang memiliki kemampuan dasar bermain secara individu dan tim tentunya akan mampu menciptakan gol-gol yang cantik, demikian juga dengan pembelajaran.

B. Temuan-Temuan
Berikut ini adalah temuan-temuan yang dapat dikumpulkan :
a. Sebagian besar siswa termotivasi dari dalam dirinya untuk ikut dalam pembelajaran Sains
b. Hanya 10 suara yang mengungkapkan trainer QT sebagai guru favorit
c. Pada tahun 2007/2008 QT berperan pada pembangunan proses belajar yang menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran.
d. Model QT harus didukung oleh kemampuan dasar mengajar yang baik dari seorang guru, agar pembelajaran dapat mencapai hasil maksimal.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: