Neoratnayuwinda

welcome in my 2nd time

bab III gituw

on August 12, 2009

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Agar sebuah penelitian berjalan lancar, diperlukan metode untuk membahasnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Menurut Suharsimi (2005 : 250) mengemukakan bahwa dalam penelitian deskriptif, peneliti hanya bermaksud menggambarkan suatu permasalahan sesuai keadaan yang sebenarnya.
Jadi dalam penelitian deskriptif, penulis berusaha memberikan gambaran mengenai keadaan yang sebenarnya mengenai penerapan Quantum Teaching dalam motivasi belajar Sains siswa kelas VII A pada tahun 2007/2008.
Winarno dalam Abdul Hakim (1998 : 24) menambahkan penelitian deskriptif adalah penyelidikan yang tertuju pada pemecahan masalah-masalah yang ada pada masa sekarang atau memusatkan diri pada pemecahan masalah-masalah yang aktual, data-data yang dikumpulkan, disusun, dan kemudian dianalisa.
Menurut pendapat tersebut, selain memberikan gambaran dari keadaan objek juga mempelajari, mengenal, dan memahami pelaksanaan Quantum Teaching yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Tanjung, dalam hal ini diusahakan untuk memberikan gambaran dan pemecahan masalah yang ada.

3.2 Teknik Pengumpulan Data
Untuk mengumpulkan data dan segala informasi yang diperlukan dalam penelitian, maka digunakan teknik atau cara pengambilan data sebagai berikut :
a. Observasi, yaitu teknik pengumpulan data melalui pengamatan dan pencatatan langsung terhadap segala hal yang berkaitan dengan objek yang diteliti. Ada dua macam observasi yaitu observasi partisipasi aktif dan pasif, dalam penelitian ini digunakan observasi partisipasi pasif, dimana peneliti bertindak sebagai pengamat secara pasif di tengah-tengah aktivitas subjek di lokasi penelitian. Pengamatan dilakukan dengan membuat catatan mengenai hal yang diamati. Pedoman observasi adalah tahap-tahap proses belajar dengan Quantum Teaching di kelas dari pembukaan sampai penutup
b. Studi pustaka, yaitu teknik pengumpulan data dengan mempelajari dan menganalisa suatu sumber pustaka baik berupa buku, artikel, maupun penelitian sebelumnya.
c. Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan serangkaian tanya jawab dengan responden secara langsung dan tatap muka serta mencatat keterangan yang dikemukakan responden. Nasution dalam Ahmad (2006 : 74-75) mengungkapkan bahwa :
wawancara yang dilakukan dalam penelitian naturalistik sering bersifat terbuka dan tidak berstruktur. Ia tidak menggunakan tes standar atau instrumen lain yang telah diuji validitasnya, ia mengobservasi apa adanya dalam kenyataan. Ia mengajukan pertanyaan dalam wawancara menurut perkembangan wawancara itu secara wajar berdasarkan ucapan dan buah pikiran orang yang diwawancarai itu.

Dalam penelitian ini ada pedoman wawancara yang berisi hal-hal pokok yang ingin diteliti dan ditanyakan kepada responden, perkembangan pertanyaan wawancara sesuai dengan perkembangan jawaban dari responden.
d. Angket adalah serangkaian daftar pertanyaan mengenai suatu masalah atau bidang yang akan diteliti. Angket dalam penelitian ini disebarkan kepada seluruh siswa kelas VII A. Secara prosedurnya adalah gabungan antara angket langsung dan tidak langsung, karena selain menggali informasi mengenai diri responden, juga menggali data mengenai guru dan cara mengajar di kelas. Secara item-nya berupa angket isian, dan bentuknya merupakan gabungan dari angket terbuka dan tertutup.
e. Dokumentasi adalah menyalin data-data yang ada di daerah penelitian untuk memperoleh data mengenai jumlah guru di SMP Negeri 1 Tanjung, profil sekolah yang bersangkutan, pelatihan Quantum Teaching dan data lain yang relevan dengan penelitian.

3.3 Tahap-Tahap Pelaksanaan Penelitian
a. Tahap Orientasi, tahap ini dilakukan untuk menemukan informasi awal maupun mendapatkan sumber-sumber dan dokumen yang bisa dijadikan bahan dalam penelitian pada bulan Februari sampai Maret 2008, mengurus surat izin penelitian ke Dinas Pendidikan, Dinas Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (KesBang LinMasy) dan PT. Adaro Indonesia sampai mendapatkan persetujuan dan izin melakukan penelitian dari lembaga yang bersangkutan memerlukan waktu dari bulan April-Juni 2008.
b. Tahap Eksplorasi, pada tahap ini pengumpulan data dimulai sesuai dengan fokus penelitian. Pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, angket, studi pustaka, dan dokumentasi. Kegiatan ini dilakukan di Dahai office Community Development, SMP Negeri 1 Tanjung dan kelas VII A, serta Lembaga Pengembangan Potensi Pendidikan Adaro & Partner. Dilakukan pada bulan Juli. Wawancara dilakukan empat kali yaitu pada 4 dan 16 Juli 2008 di Kantor Community Development, Dahai tentang profil Community Development, dan tentang beasiswa dari Community Development juga sekalian melakukan studi pustaka dan dokumentasi. Kemudian pada 10 Juli 2008 di Lembaga Pengembangan Potensi Pendidikan Adaro & Partner tentang profil lembaga yang bersangkutan, kegiatan yang sudah dilakukan, perpustakaan keliling, disertai studi pustaka dan dokumentasi. Serta pada 21 Juli 2008 di SMP Negeri 1 Tanjung dengan guru mata pelajaran Sains yang bersangkutan. Observasi juga dilakukan pada 21 Juli 2008 di kelas VII A SMP Negeri 1 Tanjung. Angket juga disebarkan dan diisi pada tanggal 25 Juli 2008 oleh siswa-siswi Kelas VII A SMP Negeri 1 Tanjung, juga melakukan dokumentasi di tempat yang sama.
c. Tahap Pengolahan dan Analisis Data, Nasution (1996 : 29) dalam Ahmad (2006 : 80) mengungkapkan :
dalam penelitian kualitatif, analisa harus dilakukan sejak awal. Data yang diperoleh dari lapangan segera harus dituangkan dalam bentuk tulisan dan dianalisis. Macam-macam cara dapat diikuti. Tidak ada cara tertentu yang dapat dijadikan pegangan bagi semua penelitian.

Pengolahan data dilakukan setelah data didapatkan dari lapangan, apabila dirasakan ada kekurangan dilakukan wawancara lagi atau teknik pengumpul data yang lain. Data yang berupa jawaban dari pertanyaan wawancara, catatan observasi, dokumentasi, dan kepustakaan dibuat dalam bentuk tulisan, dipelajari dan ditelaah, apakah fokus pertanyaan sudah terjawab atau belum. Data angket ditulis dalam bentuk tabel frekuensi. Setelah proses ini selesai dilanjutkan dengan tahap triangulasi.
d. Tahap Triangulasi, pada tahap ini dilakukan pengecekan kesesuaian antara data-data yang didapatkan dari semua teknik, bila ada kekurangan atau kesalahan akan diadakan koreksi atau penambahan bila perlu. Dilakukan pada awal bulan Agustus 2008. Setelah melewati tahap ini baru dibuat dalam bentuk laporan tertulis dan sistematis.
e. Setelah dibuat dalam laporan tertulis dan sistematis, karena penelitian ini adalah salah satu syarat untuk meraih gelar Sarjana Pendidikan, selanjutnya di konsultasikan kepada dosen pembimbing I dan pembimbing II, kemudian dipertanggungjawabkan di hadapan Dewan Penguji Skripsi. Setelah pertanggungjawaban, diadakan perbaikan dan disahkan sekali lagi oleh Dewan Penguji Skripsi.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: