Neoratnayuwinda

welcome in my 2nd time

this iz my ‘terpaksa berkhianat’ skripsi

on August 12, 2009

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Undang-Undang no. 2 tentang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 1989 Bab I Pasal 1 ayat 1 menegaskan pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi perannya di masa yang akan datang.
Salah satu unsur dari pendidikan adalah guru atau pendidik yakni orang atau pihak yang menyelenggarakan kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan untuk masa depan peserta didik. Sedangkan sekolah adalah tempat interaksi peserta didik dan pendidik berlangsung dalam jenjang, waktu, dan materi tertentu setelah menyelesaikan persyaratan administrasi.
Ditinjau dari kedudukannya, guru memegang posisi yang penting dan berpengaruh bagi kelangsungan masa depan siswa, karena dari hasil interaksi dengan gurulah siswa dapat mengenali potensi yang ada pada dirinya baik secara akademis maupun sikap, yang mungkin dipertahankannya sampai pada masa-masa mendatang pendidikannya. Sehingga interaksi ini menjadi salah satu kajian yang tidak henti diteliti untuk mendapatkan formula yang tepat agar menghasilkan lulusan bermutu.
Agar dapat mewujudkan visi misi sebuah sekolah yang telah disusun, harus didukung oleh semua unsur yang ada di sekolah. Manajemen sekolah yang sistematis, guru-guru yang kompeten di bidang masing-masing, dan pelayanan sekolah yang ramah dapat membuat siswa senang berada di sekolah. Begitu siswa sampai di sekolah mereka membawa tuntutan dari rumah untuk mendapatkan nilai yang bagus, tetapi sebagian siswa ada yang dapat memenuhi hal tersebut secara alami, ada pula yang kesulitan sehingga direfleksikan dengan mengganggu kelas atau bersikap apatis terhadap apa yang diajarkan.
Keadaan yang semacam ini bisa menimbulkan frustasi bagi siswa maupun guru yang berakibat pada penurunan antusias, motivasi, rasa ingin tahu, keperdulian, atau keberanian yang diperlukan untuk belajar, apabila hal ini berlangsung terus menerus. Hal ini bisa menimbulkan kejenuhan dalam diri siswa yang akhirnya berakibat pada tidak tercapainya nilai yang diinginkan atau menempuh cara semacam mencontek dan lainnya, lalu mengeluarkan statement semacam ‘belajar itu susah atau membosankan’ padahal hanya melalui pendidikan manusia bisa dicetak untuk memenuhi kebutuhan pembangunan daerah dan nasional. Bisa dibayangkan bila hal itu terus terjadi dapat berakibat pada penurunan output, dalam hal ini nilai siswa.
Untuk memperbaikinya diperlukan sebuah inovasi dalam mengembalikan motivasi belajar siswa untuk belajar. Kenyataan yang terjadi di sekolah kita adalah terbatasnya guru dengan cara mengajar yang membuat semangat siswa menggebu-gebu dalam belajar, masih adanya guru killer yang menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian siswa untuk belajar, guru yang cara mengajarnya membosankan membuat siswa tertidur dalam belajar, tetapi menginginkan siswa memperhatikan pelajarannya. Dalam kasus ini, yang perlu dibenahi adalah interaksi guru dan siswa dalam kelas, guru selaku pemberi servis pendidikan perlu diberikan keterampilan baru yang sesuai dengan perkembangan teknologi.

Pembelajaran versi Quantum Teaching adalah pembelajaran yang menyenangkan dan meningkatkan prestasi siswa. Maksudnya adalah siswa yang sebelumnya apatis, tidak antusias, tidak termotivasi, tidak berhasrat ingin tahu, dan seperti tabularasa dibangkitkan semangatnya dengan mengubah pandangan guru bahwa siswa bukanlah pribadi yang kosong tetapi sudah mengetahui informasi, tetapi belum mengetahui lebih dalam sehingga guru membantu agar mereka memahami dan bisa menerapkan dalam kehidupannya. Dengan demikian beban mengajar guru berkurang dan bisa menikmati ‘rasa’ dari mengajar, dan siswa dapat menikmati bagaimana belajar seharusnya.

1.2 Batasan Masalah
Batasan masalah adalah hal-hal yang menjadi semacam patokan agar pembahasan tetap fokus yang tidak melebar kemana-mana. Dalam tulisan ini pembahasan dibatasi oleh hal-hal berikut :
a. Batasan objek penelitian, objek penelitian ini adalah model Quantum Teaching (QT) dalam pembelajaran Sains oleh Trainer QT dengan pertimbangan agar dapat melihat praktik model QT dengan lebih jelas, trainer yang ada di sekolah mengajar Sains, agar tidak terjadi halo effect dalam observasi, dan agar proses belajar berjalan sebagaimana biasanya mengingat penelitian ini bukan penelitian eksperimental.
b. Batasan waktu, tahun penelitian ini adalah tahun 2007/2008 dengan pertimbangan pembahasan akan lebih spesifik dan nilai yang terbaru, dan lembaga yang bersangkutan baru berdiri tahun 2005.
c. Batasan tempat, SMP Negeri 1 Tanjung kelas VII A karena tahun 2007/2008 adalah tahun pertama kelas VII A diajar dengan model Quantum Teaching, sehingga menarik perhatian untuk mengetahui penerapan Quantum Teaching di kelas ini. Pemilihan lokasi penelitian berdasarkan perkembangan data yang dapat dikumpulkan di lapangan.
d. Batasan masalah, pembahasan dikhususkan pada penerapan model Quantum Teaching sebagai salah satu bentuk inovasi pendidikan di kelas yang dihubungkan dengan motivasi dan interaksi belajar siswa serta pendapat mereka tentang model yang dipakai guru Sains mereka di kelas.

1.3 Rumusan Masalah
Bertolak dari latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan menjadi rumusan masalah. Pengertian masalah dalam tulisan ini didefinisikan oleh Muhammad Hatta (1970 : 10) dalam Abdul Hakim (1998 : 9) sebagai kejadian yang menimbulkan pertanyaan di hati kita tentang kedudukannya, kita tidak puas dengan melihat saja melainkan ingin mengetahui lebih dalam.
Dari pendapat tersebut, masalah adalah keadaan atau peristiwa yang menimbulkan pertanyaan dan pertanyaan itu mendorong untuk mengadakan penelitian. Fokus utama dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : Bagaimanakah penerapan model Quantum Teaching dalam pembelajaran Sains di kelas VII A pada tahun 2007/2008?
Secara lebih khusus, fokus penelitian tersebut dirumuskan menjadi pertanyaan penelitian sebagai berikut :
a. Bagaimana contoh interaksi belajar dalam model Quantum Teaching?
b. Bagaimana pendapat siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Tanjung tentang model Quantum Teaching?
c. Bagaimana motivasi belajar siswa kelas VII A belajar dengan model Quantum Teaching?

1.4 Definisi Operasional
Agar tidak terjadi penafsiran yang ganda dalam membaca tulisan ini, maka penulis menganggap perlu mengungkapkan definisi operasional untuk menjelaskan beberapa istilah-istilah yang sering muncul dalam tulisan ini, yaitu :
a. Quantum Teaching adalah pembelajaran yang menggabungkan unsur seni dan pencapaian tujuan belajar yang terarah agar mampu melejitkan prestasi siswa, juga menggubah pembelajaran menjadi meriah dengan segala suasananya.
b. SMP Negeri 1 Tanjung adalah satu-satunya sekolah berbasis nasional di Kecamatan Tanjung dan memiliki trainer sendiri di sekolah.
c. Kelas VII A merupakan lokasi penelitian ini. Terdiri dari 24 siswa dari berbagai penjuru daerah sekitar kota Tanjung.
d. Motivasi belajar diartikan sebagai motif siswa untuk turut serta dalam kegiatan belajar mengajar baik secara ekstrinsik, maupun instrinsik.
e. Interaksi belajar diartikan sebagai komunikasi yang terjadi baik searah maupun dua arah antara pendidik dan peserta didik dalam situasi belajar mengajar.

1.5 Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan penelitian adalah hal-hal yang ingin dicapai dengan adanya penelitian ini, sedangkan manfaat adalah hal-hal yang menjadi kegunaan dari penelitian ini. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Mendeskripsikan penerapan Quantum Teaching sebagai salah satu bentuk inovasi pendidikan dalam proses mengajar khususnya tentang motivasi belajar siswa.
b. Mendeskripsikan tentang model Quantum Teaching untuk kelas VII
Manfaat penelitian itu secara teori adalah memberikan informasi mengenai penerapan model Quantum Teaching bagi motivasi belajar. Secara praktis adalah sebagai saran bagi lembaga pendidikan seperti Fakultas Keguruan untuk mengadakan pelatihan semacam itu untuk mahasiswanya sebagai calon guru masa depan. Karena tulisan ini rintisan, semoga dapat memberikan ilham bagi penulisan selanjutnya tentang Quantum Teaching.


One response to “this iz my ‘terpaksa berkhianat’ skripsi

  1. dinnabarada says:

    semua orang akan melakukan apa saja demi menjadikan yangterbaik, khususnya dlm hal ini adalah skripsi anda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: