Neoratnayuwinda

welcome in my 2nd time

this iz my trully Skripsi, hehehe!

on August 12, 2009

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Quantum Teaching adalah gabungan dari berbagai teori pendidikan yang lebih dulu ada yaitu Accelerated Learning (Lozanov), Multiple Intelligence (Gardner), Neuro-Linguistic Programming (Grinder & Bandler), Experiential Learning (Hart), Socratic Inquiry, Cooperative Learning (Johnson & Johnson), dan Elements of Effective Instruction (Hunter). Dilaksanakan berdasarkan pengalaman selama 18 tahun dan penelitian lebih dari 25.000 siswa dan sinergi ratusan guru dari segala penjuru dunia, dan sekarang digunakan juga di SMP Negeri 1 Tanjung Kabupaten Tabalong dalam beberapa mata pelajaran diantaranya Sains.
Pendidikan di Kabupaten Tabalong umumnya dan SMP Negeri 1 Tanjung memiliki ciri unik yaitu menggunakan metode internasional yang dikenal dengan metode QT, sebuah metode belajar yang mencampurkan unsur seni dan pelejitan prestasi siswa dalam pembelajaran, menghasilkan cara belajar yang nyaman dan menyenangkan, serta menjadi guru yang efektif dan efisien.
Hal-hal yang dapat disimpulkan dari penjelasan dalam bab-bab terdahulu adalah sebagai berikut :
a. Contoh interaksi belajar dalam Quantum Teaching terangkum dalam rancangan belajar TANDUR yang membuat guru lebih berperan sebagai fasilitator atau pengarah dalam proses belajar, dan menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran yang aktif.
b. Pendapat siswa tentang model Quantum Teaching di kelas VII A mendapatkan respon positif karena penyampaian pesan belajarnya mengalir dan gampang dicerna oleh siswa
c. Dengan model Quantum Teaching yang memuat unsur permainan -yang kalau guru mampu- dapat merelaksasikan siswa dan menguatkan kesan belajar dan mampu menumbuhkan motivasi dari luar diri siswa kelas VII. Model Quantum Teaching bisa menjadi pilihan untuk mengajar siswa dengan gembira. Pada tahun 2007/2008 penerapan model Quantum Teaching dalam aspek motivasi menghasilkan pembangunan motivasi.
Untuk mengetahui apakah prestasi belajar siswa benar-benar meningkat dengan metode ini perlu penelitian lebih lanjut, yang semoga dapat diteliti oleh penulisan berikutnya tentang QT, amin.

5.2 Saran
Saran yang dapat dikemukakan disini adalah untuk pihak-pihak dibawah ini :
a. LP3-AP, bagaimana jika diadakan kegiatan semacam lomba mengajar atau festival QT silang sekolah antar guru atau trainer se-Kabupaten Tabalong yang memuat siswa kelas yang diajar sebagai juri tambahan
b. Sekolah, bagaimana jika sekolah menggunakan metode QT secara penuh dalam semua pembelajaran atau 75% diantaranya dalam waktu tertentu sebagai uji coba meningkatkan nilai dan pengembangan kualitas sekolah.
c. Lembaga Pendidikan Tinggi Keguruan (LPTK), agar dapat membuat mahasiswa keguruan memiliki kompetensi dalam metode baru ini sebagai salah satu bekal menjadi guru menyenangkan.
Daftar Pustaka
Abdul, Hakim. 1998. Sistem Perencanaan Unit Daerah Kerja Pembangunan (UDKP) Kecamatan Tanta Kabupaten Daerah Tingkat II Tabalong. Banjarmasin : Jurusan Administrasi Negara STIA Bina Banua

Ahmad. 2006. Model Perencanaan Program Pelatihan Pada Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Ekonomi Syariah (Studi Deskriptif pada Program Pelatihan Kewirausahaan Promaag Mulia di LP2ES Daarut Tauhiid Bandung). Bandung : Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UPI

Ary, H. Gunawan. 1996. Administrasi Sekolah, Administrasi Pendidikan Mikro. Jakarta : Rineka Cipta

Ahmad, Rohani, HM. 2004. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta : Rineka Cipta

Berry, David. Paulus, Wirutomo (ed). 2003. Pokok-Pokok Pikiran Dalam Sosiologi. Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada

Cholid, Narbuko. Abu, Ahmadi. 2003. Metodologi Penelitian. Jakarta : Bumi Aksara

DePorter, Bobbi. Reardon, Mark. Singer-Nourie, Sarah. 2008. Quantum Teaching, Mempraktikkan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas. Bandung : Kaifa

Dinna, Barada. 2008. Pandangan Masyarakat Petani Terhadap Pendidikan Anak di Kelurahan Gambut Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar Tahun 2000-2005. Banjarmasin : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Unlam

Dimyati. Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta

Husaini, Usman. Purnomo, Setiadi Akbar. 2003. Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta : Bumi Aksara

Hasbullah. 2006. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta : PT Rajagrafindo Persada

Kuper, Adam. Kuper, Jessica. 2002. Ensiklopedia Ilmu-Ilmu Sosial, edisi kedua. Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada

Masri, Singarimbun. Sofian, Effendi (ed). 1989. Metode Penelitian Survai. Jakarta : LP3ES

Panduan Praktik Pengalaman Lapangan Mahasiswa. FKIP. Banjarmasin : Universitas Lambung Mangkurat

S. Margono. 2000. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta

Soeparman. 1995. Pendidikan Nasional. Surabaya : PT. Bina Ilmu

Suharsimi, Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta

Suharsimi, Arikunto. 2005. Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta

Sukardi. 2004. Metodologi Penelitian Pendidikan, Kompetensi dan Prakteknya. Jakarta : Bumi Aksara

Sutrisno, Hadi. 2004. Metodologi Research, jilid 2. Yogyakarta : Andi

Syaiful, Bakri Djamarah. 1994. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Surabaya : Usaha Nasional

Veithzal, Rivai. 2004. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. Jakarta : PT. Rajagrafindo

Wenger, Win. 2004. Beyond Teaching & Learning, Memadukan Quantum Teaching & Learning. Bandung : Nuansa

Yusuf, Wibisono. 2007. Membedah Konsep & Aplikasi CSR. Gresik : Fascho Publishing


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: